Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 15 April 2021 | 13:47 WIB
Desain Bukit Algoritma yang akan dibangin di kawasan Cikidang dan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. [Sukabumiupdate.com]

SuaraJabar.id - Dua sesar aktif mengapit Cikidang dan Cibadak, tempat yang rencananya akan dibangun menjadi Kawasan Bukit Algoritma atau Sillicon Valley-nya Sukabumi.

Dua sesar aktif itu adalah Sesar Citarik dan Sesar Cimandiri. Sesar Cimandiri yang garisnya hampir mendatar berarah Barat - Timur, di bagian Selatan bergerak ke daratan, sementara bagian Utara ke arah lautan. Sedangkan Sesar Citarik berarah Timur Laut - Barat Daya memanjang dari laut sampai ke Bogor.

"Ya memang Sukabumi daerah rawan gempa," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono yang dikonfirmasi pada Rabu (14/4/2021).

Berdasarkan riwayat gempa yang dikumpulkan, setidaknya ada 11 kejadian gempa yang merusak di sekitar dua lokasi proyek bakal Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK dan Bukit Algoritma di Kabupaten Sukabumi ini.

Baca Juga: Janjian Tawuran Via Chat, Siswa SMK Tewas Bersimbah Darah

Meski begitu, Daryono menuturkan daerah di Cikidang dan Cibadak boleh saja dibangun. "Yang penting strukturnya bangunan tahan gempa dan mangacu building code, sehingga dapat mengurangi risiko jika terjadi gempa,” ujarnya.

Dalam akun Instagramnya, Daryono merinci sejumlah catatan gempa yang merusak di wilayah itu, antara lain pada 12 Juli 2000 yang merusak 1.900 rumah, 12 Juni 2011 merusak 136 rumah, 4 Juni 2012 merusak 104 rumah, 8 September 2012 merusak 560 rumah. Kemudian gempa darat pada 11 Maret 2020 merusak hingga 760 rumah.

Seperti diketahui sejumlah perusahaan swasta akan membangun pusat pengembangan industri dan teknologi 4.0 serta sumber daya manusia di wilayah Cikidang dan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Proyek bernama Bukit Algoritma ini akan dibangun di atas lahan seluas 888 hektare dengan dana awal senilai Rp 18 triliun.

Dua sesar aktif yakni sesar Cimandiri dan sesar Citarik mengapit lokasi rencana pembangunan Bukit Algoritma. [Sukabumiupdate.com]

Dua perusahaan swasta yang berencana membangun proyek tersebut adalah PT Kiniku Nusa Kreasi dan PT Bintang Raya Lokalestari. Keduanya telah membuat sebuah perusahaan kerja sama operasional atau KSO bernama PT Kiniku Bintang Raya, yang ketua pelaksananya diisi oleh Budiman Sudjatmiko, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang merupakan Komisaris PT Perkebunan Nusantara V.

Bukit Algoritma itu akan disulap bak Silicon Valley di Amerika Serikat, yang menjadi pusat perusahaan-perusahaan teknologi global. Mereka juga akan menggandeng salah satu Badan Usaha Milik Negara bidang konstruksi sebagai penggarap, PT Amarta Karya dan telah menandatangani kontrak pada 7 April lalu.

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Bayah Banten, Guncangannya Terasa hingga ke Sukabumi

Penandatanganan kontrak kerja sama ini dilakukan langsung Direktur Utama PT Amarta Karya Nikolas Agung, Ketua Pelaksana PT Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko, dan Direktur Utama PT Bintang Raya Lokalestari Dani Handoko di Jakarta.

Load More