Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 26 Mei 2021 | 12:58 WIB
Hermawan (kiri) dan Keni Gunawan (tengah), tengah dimintai keterangan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang (kanan), terkait aksi pencurian mesin kopi, seharga 25 juta, Rabu (26/5/2021). [Suara.com/Cesar Yudistira]

"Dari tertangkapnya pelaku penadahnya, kemudian kita kembangkan mencari pelaku pencuriannya. Kita mendapat titik terang keberadaan pelaku pencurian, setelah mendapat keterangan dari pelaku yang kita amankan sebelumnya," katanya.

Polisi bergerak cepat menuju alamat yang berada di kawasan Babakan Ciparay Kota Bandung yang menjadi tempat persembunyian pelaku pencurian.

Sesampainya di lokasi yang ditunjuk, polisi mendapati pelaku tengah berjalan kaki, di kawasan tersebut. Saat dihampiri oleh dua anggota polisi, pelaku mencoba melarikan diri.

Bahkan ia sempat melakukan perlawanan dengan berduel bersama anggota yang berniat menangkapnya.

Baca Juga: Kembali Berkumpul Usai Lebaran, Persib Tak akan Forsir Latihan

"Karena dinilai membahayakan petugas, anggota kami berikan tindakan tegas dan terukur, dengan menembak betis kanan pelaku. Alhasil, pelaku kita lumpuhkan dan kita berikan penanganan medis ke rumah sakit," jelasnya.

Adanan menyebut, Keni sudah tiga kali tercatat dan pernah menjalani proses hukum dengan kasus yang sama.

Keni sendiri baru bebas awal tahun 2021 kemarin, setelah divonis 3 tahun penjara akibat terbukti melakukan pencurian di sebuah rumah kosong.

"Dia residivis. sudah tiga kali pernah mendekam di penjara, dalam kasus yang sama. Dia ini merupakan pelaku spesialis pencurian rumah kosong," terang nya.

Atas perbuatannya, Keni dikenakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana, diatas lima tahun bui. Sementara adiknya Hermawan, dikenakan pasal 480 KUHPidana, dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara.

Baca Juga: Merasa Dizalimi, Dua Anak Gugat Ibu Kandung ke Pengadilan

Keni sendiri mengaku menyesal telah melibatkan sang adik dalam kasusnya ini. Ia mengaku Terpaksa melakukan pencurian, karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Load More