SuaraJabar.id - Seorang pengemudi angkutan kota atau angkot di Kota Banjar bernama Anton memodifikasi interior angkotnya menjadi bernuansa mewah seperti mobil para sultan.
Ia membalut interior kabin pengemudi dan penumpang dengan kulit. Mulai dari jok pengemudi dan penumpang dibalut kulit hingga membuatnya terlihat elegan.
Sebuah layar LCD juga dipasang di kabin penumpang. Ke depan, penumpang di angkot ini bisa melakoni perjalanan sambil berkaraoke.
Anton rela merogoh kocek dalam untuk memodifikasi angkot 07 jurusan Banjar-Pamarican itu agar penumpangnya bisa merasa nyaman melakoni perjalanan menggunakan transportasi umum.
Baca Juga: Pantai Banjar Pebuahan Jembrana Diterjang Ombak, Tiang Listrik Roboh, Masjid Abrasi
"Sekitar tujuh juta rupiah saya habiskan untuk membuat interior di angkot saya dan walaupun belum maksimal penumpang saya cukup puas," ungkapnya kepada TIMES Indonesia-jejaring Suara.com, baru-baru ini.
Selain berbalut kulit, jok penumpang juga dimodifikasi sehingga tingkat kenyamanannya mirip dengan saat duduk di sofa.
"Alhamdulillah, sejak ganti interior, bookingan charter angkot saya meningkat," imbuhnya.
Kendati demikian, Anton masih mengeluhkan minimnya penumpang harian angkot kendati angkotnya telah di modifikasi sedemikan rupa.
"Penumpang harian masih minim padahal tarif ongkos yang diberlakukan tidak mengalami kenaikan, masih Rp 10 ribu untuk trayek Pamarican-Banjar dan untuk anak sekolah berlaku setengahnya," katanya.
Baca Juga: Viral Ambulans Berisi Ibu Hamil Terhadang Rombongan Mobil Mewah Diduga Pejabat, Duh!
Hal senada dikatakan Rozikin Prasetyo, Pengemudi yang beberapa kali meraih penghargaan sebagai pengemudi teladan di Kota Banjar.
"Kami mohon pihak-pihak terkait mengamankan travel gelap yang selama ini telah merugikan transportasi umum karena mereka itu mengambil trayek angkot saat mengantar jemput penumpang," ucapnya.
Rozikin bahkan mengungkap ulah para pengemudi travel gelap yang telah membuat trayek sendiri.
"Bahkan ada travel gelap yang membuka trayek Cikupa-Tasikmalaya, itu jelas mematikan usaha transportasi umum berpelat kuning seperti kami," lanjutnya.
Rozikin berharap dengan peningkatan fasilitas maupun pelayanan transportasi umum, penumpang dapat melirik kembali angkot sebagai moda transportasi umum.
Berita Terkait
-
Silaturahmi Lebaran ke Rumah Jokowi, Adu Glamor Selvi Ananda Vs Erina Gudono dengan Tas Mewah
-
Tampilan Mewah Selvi Ananda Hadiri Open House di Istana, Tenteng Lady Dior
-
Fenomena Properti Mewah Jakarta: Hunian Kelas Atas Yang Jadi Rebutan Pasar
-
Angkot Dilarang ke Puncak saat Libur Lebaran 2025: Siap-Siap Cari Alternatif
-
Pentingnya Desain Interior yang Tepat dalam Perkembangan dan Kreativitas Anak
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar