SuaraJabar.id - Dian Windariyanto dan anaknya, Shalsha Ayu Syahhidah justru mendulang rejeki di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, jamu produksi mereka dipercaya dapat meningkatkan imun tubuh hingga diburu warga.
Dian dan putrinya merupakan produsen jamu tradisional di Pasekon Tengah, Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.
Dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, jamu produksi mereka pun menjadi buruan warga. Bukan hanya warga Sukabumi, masyarakat yang berasal dari luar kota pun banyak yang mencari jamu buatan Dian.
Dian Windariyanto menjalankan usaha ini sudah sejak 2018 lalu, namun diakuinya omzetnya semakin melejit karena adanya kondisi sekarang ini.
“Pandemi Covid-19 bagi saya sedikit memberi rejeki, karena omzet penjualan saya meningkat,” ujar Dian dikutip dari Sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com, Senin (9/8/2021).
Bahan utama Jamu tradisional miliki Dian adalah jahe merah dan kunyit, diolah sehingga menjadi jamu bubuk yang siap konsumsi.
“"Cuma ada 2 jenis dan bisa diseduh langsung. Tapi, kalau mau dicampur bisa request," jelas Shalsha.
Manfaat jahe merah untuk tubuh dalam penelitian S National Library of Medicine National Institutes of Health - mengenai khasiat jahe, ternyata jahe memiliki potensi untuk mengobati sejumlah penyakit termasuk gangguan degeneratif (radang sendi dan rematik).
Selain itu jahe merah juga bisa mengatasi masalah pencernaan (sembelit dan maag), gangguan kardiovaskuler (aterosklerosis dan hipertensi), muntah, diabetes mellitus, serta meningkatkan imunitas tubuh.
Untuk Jamu tradisional yang terbuat dari kunyit memiliki manfaat seperti mencegah kanker dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung, Mengurangi nyeri pada penderita osteoarthritis, Mengurangi depresi, mengatasi masalah kulit dan Meringankan gangguan menstruasi.
Baca Juga: Heboh Ridwan Kamil Posting Gambar Disakiti Fahmi Andri, Wali Kota Sukabumi Angkat Bicara
Pengolahan Jamu tradisional oleh Dian dan keluarga dimulai karena kebiasaan keluarga konsumsi obat herbal, dan merasakan manfaat yang sangat baik untuk tubuh. Sehingga keluarga Dian ingin membagi hal tersebut dengan keluarga lain.
“Karena aku sekeluarga suka mengkonsumsi jamu-jamuan buat kesehatan sekeluarga. Lalu, dijadikan bisnis. Selain mencari laba ya, karena pengen mengedukasi ke orang juga, kalau mengkonsumsi herbal itu bagus buat kesehatan tubuh dan agar tidak terlalu tergantung sama obat," jelas anak Dian, Shalsha.
Untuk memperluas usahanya, saat ini Shalsha membantu ayahnya, Dian, untuk mencari reseller.
"Kalau sekarang lagi fokus banyakin reseller, biar pada kejangkau yang jauh-jauh. Jadi produk ayah aku bisa dikenal di mana-mana," ujar Shalsha.
Harga yang ditawarkan untuk reseller pun cukup terjangkau, hanya Rp 17 ribu. Berbeda dengan membeli langsung, dengan harga Rp 25 per sachet dan dikemas menggunakan stand pouch.
Berita Terkait
-
The Rise of Jamu Culture, Gerakan Mengajak Generasi Muda Bangga Minum Jamu
-
KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dalam Kasus Korupsi Keimigrasian
-
Nama Masuk Pencarian Penyidik, Silmy Karim Penuhi Panggilan KPK
-
Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya
-
Gejala Beragam dan Sulit Terdeteksi, Ini Fakta tentang Autoimun
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya
-
Kemenbud Bakal Tingkatkan Situs Bersejarah di Kabupaten Bogor Jadi Cagar Budaya Nasional