Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Senin, 09 Agustus 2021 | 17:44 WIB
ILUSTRASI-Perayaan 1 Muharam atau Tahun Baru Islam dengan pawai oncor dan bermain bola api. (Kuniawan Mas'ud)

Doa Tahun Baru Islam

Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu‘awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’I, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.

Tradisi Tahun Baru Islam

Baca Juga: 10 Agustus 2021 Apakah Tanggal Merah? Ini Update Hari Libur Nasional

Penentuan kalender Hijriyah dan penetapan bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah ini sebelumnya telah melalui sederet pertimbangan yang cukup panjang yang terjadi di antara sahabat Nabi pada saat itu.

Penetapan kalender Hijriyah dan juga penetuan Tahun Baru Islam ini dipaparkan dalam buku yang berjudul Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah yang disusun oleh Ida Fitri Shohibah (2012).

Ida menjelaskan bahwa penetapan bulan Muharram sebagai awal tahun baru kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman khalifah Umar bin Khattab yang mencanangkan penanggalan Islam. Meski sebelumnya melalui perdebatan dan pertimbangan yang alot, namun pada akhirnya bulan Muharram terpilih sebagai bulan awal Tahun Baru Islam.

Peringatan tradisi Tahun Baru Islam tentu berbeda-beda di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Sebenarnya, Nabi Muhammad SAW tidak memberikan contoh untuk menunaikan amalan tertentu saat tahun baru Islam tiba.

Namun, masyarakat Indonesia pada umumnya menjadikan momentun Tahun Baru Islam ini sebagai peringatan besar-besaran sebagai wujud rasa syukur terhadap Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk hidup dan melalui tahun hijriyah lainnya.

Baca Juga: Tahun Baru Islam pada 10 Agustus 2021, Kemenag: Liburnya Tanggal 11 Agustus

Sebaiknya, Tahun Baru Islam dirayakan bukan dengan pesta atau hura-hura, melainkan dengan berdoa dan melakukan berbagai amalan yang disunnahkan. Dengan begitu, awal tahun baru dapat dibuka dengan lembaran-lembaran yang baik.

Load More