3. Alasan orang-orang yang memberikan tanda tangan
Publik yang membubuhkan tanda tangan di petisi tersebut mayoritas mendukung dokter Richard untuk terus menyajikan konten review produk kecantikan dan menyayangkan penangkapannya.
"Dokter ini benar karena membongkar produk berbahaya. Sungguh ironis jika malah ditangkap," tulis Riza Pinan****.
"Dr richard tdk salah, dan sdh banyak membantu masyarakat dengab edukasinya. Penangkapan beliau tdk jelas dan terkesan terburu2," kata Zahra Jin***.
"Karena saya merasa sangat terberkati dengan adanya konten2 beliau yang sangat mengedukasi & membuka mata kami para wanita.Memyelamatkan kami dr maraknya cream abal2 yg sangat merugikan kami.Beliau pahlawan bagi kami,karna konten2 beliau lah yg diperlukan. SAY NO to Cream abal2.Berbisnis harus dilandasi kejujuran.Kalo sudah merugikan berarti itu kriminal namanya.Tp kenapa yg membuka tabir para mafia ini justru malah ditangkap.dimana keadilan...di mana hukum yg adil," timpal Putrie Sia****.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka
-
Politisi PDIP Sukabumi Copot Foto Gibran di Ruang Kerja
-
Korupsi Pengadaan Iklan Rp223,6 Miliar, KPK Periksa Tiga Pejabat Bank BJB
-
Polisi Dalami Motif Penyerangan Kafe di Bandung, Satu Pelaku Masih Diburu
-
Dugaan Korupsi ATR/BPN, KPK Masih Nanti Kedatangan Nusron Wahid