SuaraJabar.id - Media sosial kembali ramai dengan pembahasan gancet akibat sebuah video yang viral. Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @indriani_be itu terlihat sepasangan laki-laki dan perempuan berada di atas kasur.
Keduanya tampak saling menempel. Posisi laki-laki tampak berada di atas si perempuan. Seluruh tubuh mereka ditutupi oleh selimut. Sementara itu terdapat beberapa tokoh agama di ruangan tersebut.
Namun, setelah ditelusuri, ternyata video tersebut merupakan video hoaks.
Mengenai fenomena gancet yang menjadi viral di media sosial bukan kali pertama terjadi. Namun demikian, kejadian gancet dalam keseharian sebenarnya jarang terjadi.
Pada masyarakat awam, gancet kerap dihubungkan dengan hal mistis. Juga dianggap sebagai hukuman bagi pasangan belum sah tetapi melakukan hubungan seksual.
Gancet atau penis captivus merupakan keadaan ketika penis terjepit di dalam vagina yang tiba-tiba menekan lebih kuat daripada biasanya saat berhubungan seksual. Meskipun ereksi sudah tidak terjadi, penis tetap tidak bisa dikeluarkan.
Pakar kesehatan seksual dr Ni Komang Yeni menjelaskan bahwa gancet terjadi akibat kejang otot di area vagina. Kondisi ini terjadi secara involuntary atau tidak disadari.
Kejang tersebut kemungkinan besar karena ada gangguan saraf maupun pembuluh darah di tempat tersebut.
"Situasional, tidak selalu terjadi," kata dokter Yeni.
Baca Juga: 2 Kasus Pasangan Gancet 2021 yang Bikin Heboh, Videonya Viral hingga Diduga Settingan
Menurutnya, faktor psikologis juga bisa menjadi penyebab gancet. Yeni memberi contoh, kecemasan dan ketakutan bisa memicu kejang di sekitar vagina dan bisa memicu gancet.
"Beberapa pasien harus dibius baru bisa kita lerai (dilepas)," ucapnya.
Kondisi Penis dan Vagina Saat Melakukan Hubungan Seksual
Selama masa ereksi, penis akan terisi dengan darah. Sementara perempuan, dinding vagina jadi mengendur dan vulva melumasi untuk persiapan penetrasi seksual.
Dinding vagina terdiri dari jaringan otot yang mengembang dan berkontraksi pada waktu yang berbeda saat berhubungan seks, seperti saat orgasme. Kontraksi ini bisa sangat kuat, dan terkadang lebih kuat dari biasanya.
Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, vagina dapat berkontraksi dengan kekuatan yang cukup untuk menempel pada penis. Kondisi itu bisa saja menyulitkan penis keluar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap