SuaraJabar.id - Warga Sukabumi dihebohkan dengan viral-nya pesan suara yang menyebutkan, seorang ustaz di Surade mengaku sebagai Wali Allah (Waliyullah).
Kepolisian pun menindaklanjuti kehebohan tersebut setelah mendapat laporan dari pihak yang dirugikan.
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra menyatakan, pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari kejadian ini.
Dedy mengungkapkan, Satreskrim Polres Sukabumi telah menerima laporan dugaan fitnah terhadap seseorang yang disebut mengaku sebagai Wali Allah pada Jumat (1/10/2021).
"Dari hasil pengumpulan bahan keterangan, ustaz yang dimaksud tidak pernah menyatakan dirinya sebagai wali. Yang bersangkutan pun merasa dirugikan dan melaporkan kejadian ini ke Polres Sukabumi," kata Dedy dalam keterangan tertulis kepada awak media, Sabtu (2/10/2021).
Hingga saat ini ini, kata Dedy, pihaknya masih menyelidiki kejadian tersebut dengan berbagai upaya.
"Upaya yang dilakukan sampai saat ini masih dalam mengumpulkan alat bukti, keterangan saksi, dan lain-lain," ujar dia mengakhiri keterangannya kepada wartawan.
Sebelumnya diberitakan, warga Surade, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan Pesan Suara yang menyebut salah satu tokoh agama bernama Ustaz Encep sudah dilantik Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul untuk menjadi Wali Allah (Waliyullah). Tidak diketahui siapa yang berbicara di balik Pesan Suara yang tersebar di sejumlah grup WhatsApp itu.
Dalam beberapa hari terakhir, grup WhatsApp warga Surade menerima Pesan Suara yang bernada seperti suara laki-laki. Kiriman Pesan Suara berdurasi 2 menit dan 21 detik ini menjelaskan sebuah foto yang juga disebar bersamaan dengan Pesan Suara yang dimaksud. Berikut ucapan yang disampaikan pesan suara tersebut.
Baca Juga: Viral Nyi Roro Kidul Lantik Wali Allah, Ustadz Encep Angkat Bicara
"Perhatikan untuk rekan-rekan. Yang tidak pakai baju itu Ustaz Encep, pemimpin pesantren, yang mengaku sekarang sudah dilantik oleh Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul untuk menjadi Waliyullah. Adalagi katanya dia lagi naikin ilmu. Yang kedua, itu Ustaz Samsul yang pakai baju hitam, itu pengurus GOIB Kecamatan Surade yang sudah dipecat. Yang ketiga pakai kaus putih, kepalanya diikat, itulah yang dipanggil abah-abah, itu orang Malang, nama lengkapnya sudah ada di atas kyai haji apa gitu, di Malang pengurus NU juga. Itulah yang mengaku dia sudah bolak-balik ke Arasy dan sudah jaminan ke surga. Terus yang keempat, itu lurah Bakang, pakai baju kuning, sorban putih, kopiah hitam, ini pendamping hukum para APDESI, para lurah se-Kecamatan Surade, itu Bakang, lurah Cipeundeuy. Terus satu lagi pihak kepolisian, ana gak paham. Itu ya, orang-orang yang selama ini, yang sekarang kita lagi bahas, itu Wali Encep yang gak pakai baju. Kalau ana sih bukan siapa-siapa dengan dia, masih keluarga ana, keluarga dekat ana itu. Bapaknya Si Encep ini Kyai Haji Empah, biasa dipanggil Kang Empah. Terus di situ ada juga Kyai Usman. Itu kyai-kyai yang Memang mesantren. Kyai-kyai keilmuan juga lumayan. Tapi ya, heran juga sekarang jadi gak bisa berbuat apa-apa. Begitu teman-teman, silakan disikapi dan dikaji," bunyi pesan suara tersebut.
Dikonfirmasi, Kepala Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Bakang Anwar As'adi mengatakan, seluruh narasi yang termuat dalam Pesan Suara itu tidak benar. Ia pun mengaku sudah mengonfirmasi hal ini ke Ustaz Encep dan anggota Kepolisian Sektor Surade pada Kamis, 30 September 2021 malam. "Tidak ngaku-ngaku wali. Itu fitnah dan berita hoaks. Adapun penyebar hoaks-nya lagi dalam penelusuran," kata dia, Jumat, 1 Oktober 2021.
Sementara Ustaz Samsul yang namanya disebut dalam Pesan Suara tersebut mengatakan foto yang tersebar merupakan momen istigasah yang digelar kurang lebih sepekan kemarin di Pesantren Nurul Ikhlas di Kampung Leuwi Cagak RT 05/02 Desa Cipeundeuy. "Sudah kira-kira satu minggu lebih. Itu hoaks. Kami dan kepala desa serta Polsek Surade sudah datang dan bertemu dengan Ustaz Encep untuk meminta penjelasan," ujar Ustaz Samsul.
Lewat keterangan video, Ustadz Encep atau lengkapnya Encep Jaenal Mutaqim (33 tahun) juga membantah narasi dalam Pesan Suara itu. Ia mengatakan tidak mengaku sebagai Wali Allah atau mengajarkan ajaran sesat yang tidak sesuai syariat agama Islam. "Adapun berita yang tersebar itu adalah hoaks, tidak benar. Demikian pernyataan klarifikasi ini saya sampaikan dalam keadaan sadar sehat jasmani dan rohani, serta tanpa paksaan dari pihak mana pun," katanya, Kamis malam.
Berita Terkait
-
Viral Nyi Roro Kidul Lantik Wali Allah, Ustadz Encep Angkat Bicara
-
Viral Motor Scoopy Hilang Misterius Lalu Ditemukan Tergeletak di Samping Kuburan
-
Heboh Ada Wali Allah Dilantik Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul di Sukabumi
-
Sempat Bentrok hingga Ada Korban Tewas, Pemuda Pancasila dan BPPKB Bertemu di Tempat Ini
-
Mojang Surade Sukabumi Juarai Miss Universe Muslimah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
Terkini
-
17 Alat Berat Dikerahkan Cari 32 Korban Longsor Cisarua, Tim SAR Tembus Kabut Tebal
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 39: Bedah Tuntas Jenis Norma dan Sanksi Pelanggarannya
-
Dedi Mulyadi Bongkar Tambang Pongkor: Gurandil Bertaruh Nyawa, Siapa Bos yang Nikmati Hasilnya?
-
Cuma Modal 5 Juta Bisa Bawa Pulang Toyota? Ini 2 Pilihan Mobil Impian dan Simulasi Cicilannya
-
Update Mencekam Longsor Cisarua: 48 Jenazah Dievakuasi, 33 Warga Masih Hilang