"Ini pohon sudah tua, sejak zaman Pak Karno juga sudah ada. Bahkan Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) juga namanya belum Batan [tetapi] masih reaktor atom," ungkapnya.
Selama tujuh tahun dirinya bekerja sebagai petugas kebersihan, baru kali ini pohon besar tumbang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Pasalnya, di area Jalan Tamansari, terutama di belokan Batan, acap kali terjadi kecelakaan lalu lintas hingga memakan korban jiwa.
Berdasarkan cerita orang yang mengalami kecelakaan di belokan Batan, Bana menerangkan, orang tersebut kerap mengaku melihat jalan yang berbelok adalah jalan lurus.
Baca Juga: Marc Klok dan Ardi Idrus Bisa Tampil pada Laga Persib Bandung Vs PSS Sleman
"Penglihatan orang yang tidak sadar jalan seperti lurus, padahal itu belok dan akhirnya kena (nabrak) pohon atau pagar," ujar Bana.
Karena itu Bana mengimbau agar pengendara yang lewat jalan tersebut, apalagi saat malam hari minim pencahayaan, untuk selalu fokus dalam berkendara. Meski hati-hati guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Hal mistis lainnya mengenai pohon besar di Jalan Tamasari Kota bandung diungkapkan seorang mahasiswa bernama Andhika (24).
Konon, para mahasiswa dan warga sekitar mempercayai adanya kuntilanak di jalan tersebut. Bukan tanpa alasan, jalan di depan kebun binatang Bandung dan kampus ITB ini bila malam hari memang selalu gelap gulita tanpa adanya penerangan sedikit pun.
Andhika menjadi salah satu warga Bandung yang memiliki pengalaman mistis kala melewati Jalan Tamansari. Ia pernah bertemu dengan sosok kuntilanak penunggu di sana.
Kisahnya berawal saat ia dan temannya pulang jalan-jalan dari Lembang. Ia terpaksa melewati Jalan Tamansari karena harus mampir ke kosan temannya untuk mengembalikan barang yang ia pinjam.
"Jadi pas pulang night ride dari Lembang sekitar jam 11 malam, saya kepaksa pulang lewat Tamansari. Mau sekalian ngembaliin barang ke kosan temen. Tapi pas sekitar depan Kebun Binatang, dari jauh keliatan ada putih-putih dekat pohon di pinggir jalan," ujar Andhika.
Karena penasaran, sambil memelankan kendaraan ia mendekati objek putih tersebut. Tak disangka, ketika ia semakin dekat objek yang ia lihat dari kejauhan ternyata kuntilanak.
"Pas udah deket saya pelanin motor, ternyata kuntilanak. Saya langsung ngebut sieun soalna. Kuntilanak itu sempat ketawa terus terbang kesalah satu pepohonan," lanjutnya
Setelah kejadian itu, ia tak pernah lagi melewati Jalan Tamansari jika lewat pukul 09.00 malam. Ia mengaku trauma dengan kejadian dialami saat itu.
Baca Juga: Boris Preman Pensiun Segera Diseret ke Meja Hijau
Berita Terkait
-
Tak Sampai Rp2 Juta, Kemensos Tawarkan Kuliah di Poltekesos, Terjangkau Buat Keluarga Prasejahtera
-
Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Whoosh Dibanjiri Penumpang! 240 Ribu Orang Pilih Kereta Cepat Selama Libur Lebaran
-
Update Harga Tiket Lembang Park & Zoo Terbaru 2025: Jangan Sampai Kehabisan Tiket!
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar