SuaraJabar.id - Para pedagang sembako di Kabupaten Bandung Barat (KBB) buka suara perihal larangan peredaran minyak goreng curah yang ditetapkan pemerintah pusat mulai Januari 2022.
Larangan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Minyak Goreng Sawit Wajib Kemasan.
Dalam aturan tersebut, Kemeterian Perdagangan (Kemendag) hanya memperbolehkan minyak goreng dalam kemasan untuk dijual di pasaran.
Dini (40) salah seorang pedagang di Pasar Tagog Padalarang, Bandung Barat menilai untuk saat ini kebijakan tersebut tidak tepat sebab diterapkan saat harga komoditi ini tengah melambung. Mestinya, kata dia, langkah itu dilakukan disaat harga stabil.
"Kita sih setuju saja kalau keputusannya seperti itu. Tapi kan sekarang harga lagi naik. Jangan dulu lah," kata Dini pada Sabtu (4/12/2021).
Dikatakannya, konsumen minyak goreng curah saat ini masih banyak, terutama kalangan masyarakat bawah dan warung-warung eceran. Komoditi itu jadi alternatif baru bagi masyarakat karena untuk membeli minyak kemasan sulit terjangkau.
"Pelanggan saya kan banyak masyarakat kecil dan pemilik warung eceran. Tatkala harga naik seperti sekarang ini, banyak dari mereka mengandalkan minyak curah karena bisa beli ketengan. Kalau kemasan kan belum tentu bisa," pungkasnya.
Harga Minyak Goreng Curah Masih Tinggi
Pedagang sembako dan distributor minyak goreng di Bandung Barat sendiri terpaksa mengurangi stok dikarenakan harga komoditi ini terus melonjak sejak sebulan terakhir.
Pengurangan stok minyak goreng dilakukan untuk memangkas modal serta mempercepat perputaran modal. Selain itu, pedagang mencegah harga minyak goreng anjlok tiba-tiba.
Distributor minyak goreng wilayah Padalarang, Iwan (45) mengatakan tatkala harga stabil dirinya menyediakan 50 dus minyak kemasan per hari. Namun, karena karena saat ini harga mahal, ia hanya menyiapkan stok 25 dus perhari.
Sedangkan untuk minyak goreng curah. Iwan mengurangi stok harian dari 500 kilogram menjadi 100 kilogram. "Harganya masih mahal. Kita takut juga kalau simpan terlalu banyak, nanti tiba-tiba turun. Terus, karena mahal stok banyak memerlukan modal banyak juga," ungkap dia.
Iwan menjelaskan, meski harga mahal, stok minyak goreng di pasaran mudah didapat. Namun ketersediaan barang tak berbanding lurus dengan permintaan, karena kenaiakan harga berdampak terhadap pembelian menurun.
"Meski mahal barang tak langka. Tetap ada di pasaran. Justru paling berpengaruh pada jumlah permintaan. Barang jadi lambat keluar," jelasnya.
Pedagang lainnya, Dini mengatakan harga minyak goreng di Padalarang berkisar antara Rp18-19 ribu per kilogram. Serupa Iwan, Dini pun memilih mengurangi stok barang supaya modal yang dikeluarkan lebih rendah.
Berita Terkait
-
Muak Kondisi Pemerintahan dan Pembangunan, Warga Kabupaten Bandung Barat Ngadu ke Jakarta
-
Promo Indomaret 27 Agustus - 2 September 2026: Diskon Minyak Goreng Melimpah
-
Mitos Minyak Bersih: Menyingkap Ancaman Akrilamida di Balik Gorengan Rumahan
-
Debit Sungai Citarum Menyusut, Alur Sungai Mulai Dipenuhi Sedimentasi dan Sampah
-
Harga Pangan Rata-rata Naik di HUT RI, Cabai Rawit Hampir Rp100 Ribu/Kg
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong
-
65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung
-
Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal
-
Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong
-
Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat