Scroll untuk membaca artikel
Nur Afitria Cika Handayani
Sabtu, 25 Desember 2021 | 16:01 WIB
Taman Sari Yogyakarta. (Suara/Arendya)

Pasalnya Taman Sari dahulunya digunakan untuk mandi para istri Sultan Hamengkubuwono. Di tempat itu ada menara yang bisa dipergunakan untuk mengamati para isti Sultan yang sedang mandi.

Saat mulai memasuki Taman Sari Jogja, kamu akan melihat gambar-gambar yang mengisahkan keadaan Taman Sari pada masa lalu.

Dari gambar itu diceritakan jika pada zaman dulu terdapat kebun-kebun buah yang bisa dipetik Sultan setiap hari. Suasana pada zaman dahulu sejuk, karena masih banyak pepohonan.

Saat di sana, pengunjung bisa naik ke sebuah menara. Sehingga mereka bisa menikmati pemandangan dari atas serta melihat kolam yang berada di sisi utara dan sisi selatan.

Baca Juga: Aktifkan Posko Gumaton, Pemkot Jogja Perketat Pengawasan sepanjang Tugu hingga Keraton

Selain itu para wisatawan juga bisa melihat rumah penduduk di sekitarnya yang dulu merupakan kawasan kebun buah.

Tak hanya puas di menara, wisatawan bisa menjelajahi dan menyusuri dapur bercorak kuno dan masjid yang memiliki arsitek unik. Lantai masjid berbentuk bulat dan terdiri dari dua lantai.

Di tengah masjid ada kolam kecil yang bagian atasnya dibangun tangga melintang.

elain itu didalamnya juga terdapat terowongan kuno. Konon terowongan itu sebagai jalan pintas menuju laut selatan.

Di sebelah utara terowongan terdapat bangunan kuno bertingkat. Di sana kamu bisa menikmati sensasi menjadi raja.

Baca Juga: Kasus Narkoba di Jogja Tertinggi Dibanding Kasus Kriminal Lain, Setahun Ada 118 Kasus

Ada beberapa daya tarik Taman Sari Jogja yang membuat wisatawan banyak yang berkunjung ke sana, yakni:

Load More