SuaraJabar.id - Berikut ini akan kami hadirkan informasi mengenai gaji kurir JnT. Bisnis online telah menjadi tren bagi berbagai kalangan masyarakat. Bisnis online ini dilakukan sebagai pemasukan tambahan. Oleh karena itu, dibentuklah beberapa marketplace yang dapat menampung berbagai wirausahawan online.
Selain itu, tentunya pengoperasian bisnis online membutuhkan seorang kurir. Salah satu perusahaan ekspedisi yang menyediakan layanan kurir adalah PT Global Express atau kerap disebut JnT Express.
JnT Express merupakan perusahaan multinasional di Jakarta yang didirikan pada 20 Agustus 2015. JnT Express bergerak di bidang ekspedisi, kemudian pada tahun 2018, perusahaan ini melakukan ekspansi bisnis berupa gudang sortir otomatis yang berada di Semarang dan Surabaya.
Di Indonesia, perusahaan JnT Express berdiri pada tahun 2015 dan telah melakukan ekspansi bisnis hingga ke Malaysia dan Vietnam pada tahun 2017, di Filipina dan Thailand pada tahun 2018, Singapura dan Kamboja pada tahun 2019, dan di China pada tahun 2020.
Baca Juga: Gaji Kurir Shopee Xpress, Bisa Lebih Besar dari UMR!
JnT Express berkomitmen menggunakan sistem IT yang modern untuk efisiensi dan efektifitas ekspedisi bagi pelanggan. Layanan yang disediakan yakni 24 Customer’s Service, sistem pantauan realtime, sistem claim yang cepat, operasional 365 hari, menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Selain JnT Express, perusahaan ini juga memiliki bidang usaha yakni JnT Cargo. JnT Cargo merupakan bisang usaha yang menyediakan layanan kirim paket dalam volume dan ukuran besar.
Rencana kedepan, JnT Cargo akan bekerjasama dengan bisnis online dan offline bersamaan. Layanan yang diberikan yakni warehouse, COD, dan pengiriman waktu tertentu.
Kemudian terkait dengan kurir JnT, ada dua jenis kurir yakni sprinter atau kurir lapangan dan kurir ekspedisi. Sprinter mengantarkan paket dari counter ke alamat tujuan antara pukul 8 pagi hingga 8 malam setiap hari. Sedangkan kurir ekspedisi akan mengantarkan paket dari satu drop point ke drop point lainnya.
Gaji kurir JnT adalah disesuaikan dengan UMR masing-masing kurir. Gaji pokok yang mereka terima adalah Rp2.5 juta. Selain itu, mereka juga mendapatkan uang bensin untuk seminggu dan gaji tambahan Rp1000 per paket apabila telah berhasil mengantarkan barangnya.
Baca Juga: 2 Langkah Cek Resi J&T, Pantau Paket Jadi Lebih Aman
Jika dalam sehari seorang kurir bisa mengantar 50 paket, maka ia bisa mendapatkan Rp50 ribu. Selain bonus dan gaji pokok serta tunjangan bensin, terdapat pula denda yang harus diterima seorang kurir ketika melakukan kesalahan saat kerja. Misalnya kesalahan input resi dapat berakibat denda 10 kali ongkos kirim.
Berita Terkait
-
J&T Express Standard dan Eco Tidak Ada Lagi di Shopee, Ini Tips Agar Seller Tetap Lancar Jualan
-
J&T Cargo Terus Lebarkan Bisnis Pengiriman hingga Amerika
-
Perusahaan Agensi Media Asal Malaysia Ekspansi Bisnis ke Indonesia
-
Mau Buka 100 Outlet, Kacamatamoo Raih Pendanaan USD 1 Juta
-
Apakah kurir JNE, JNT, ANTARAJA Hari Minggu Libur? Cek Jadwalnya
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar