SuaraJabar.id - Laga Persib vs PSS Sleman di pekan ke-24 BRI Liga 1 2021/2022 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Jumat (11/2/2022) bakal memiliki arti tersendiri bagi Wander Luiz.
Striker PSS Sleman tersebut pernah membela Persib di putaran pertama Liga 1 musim ini.
Bertemu sang mantan, Wander Luiz mengatakan dirinya saat ini dalam kondisi percaya diri untuk menampilkan performa terbaiknya.
Tak tanggung-tanggung, Wander Luiz Bahkan bertekad untuk mencuri tiga poin penung dari laga kontra Persib.
Baca Juga: Prediksi Arema FC vs Persiraja Banda Aceh di BRI Liga 1 Malam Ini
"Sekarang kami bersiap melawan Persib, kami harus bermain lebih baik lagi untuk bisa mengambil tiga poin dari sebuah tim besar," kata Wander Luiz, dikutip dari Antara, Rabu (9/2/2022).
Pemain kelahiran Brazil itu merasa sudah semakin menyatu dengan permainan tim berjuluk Super Elang Jawa itu, dan sudah pula menorehkan dua gol.
"Sayangnya saat melawan Persik, saya mencetak gol tapi tidak bisa membawa tiga poin. Namun di pertandingan berikutnya melawan Barito, akhirnya kami bisa menang ketika saya mencetak gol dan saya senang dengan itu," ujarnya.
"Adaptasi dengan tim sudah bagus, saya sudah tahu cara mereka bermain dan keinginan pelatih untuk bermain," ujar striker bernomor punggung 10 itu seusai latihan di lapangan Yoga Perkhanti, Jimbaran, Bali.
Menghadapi Pangeran Biru, Luiz mengaku termotivasi, utamanya tentu untuk mencetak gol kemenangan bagi Laskar Sembada.
Baca Juga: Rebut Kembali Puncak Klasemen Liga 1, Arema FC Bidik Kemenangan Lawan Persiraja
Hanya saja, pria berpostur 192 cm itu tidak terlalu berpikir apakah melakukan selebrasi atau tidak ketika mencetak gol nantinya.
"Selayaknya ketika saya mencetak gol, bisa saja saya selebrasi atau tidak. Tentu saja saya menghormati Persib tapi saya sekarang membela PSS. Tentu saya ingin mencetak gol," tegasnya.
Terkait badai COVID-19 yang membelit para kontestan BRI Liga 1 2021/2022 termasuk penggawa Maung Bandung, Luiz mengatakan hal tersebut tidak bisa menjadi faktor tunggal keuntungan bagi PSS meraih poin.
"Saya tahu Persib, mereka punya kekuatan yang bagus di setiap pemainnya. Jika sebelas pemain tidak bisa bermain, mereka masih bisa memenangkan pertandingan dengan sebelas pemain lainnya," katanya.
Apalagi, Super Elja juga menghadapi permasalahan sama karena ada sejumlah pemain yang terpapar COVID-19.
"Kami pun punya pemain yang terkena covid. Jadi kami punya masalah yang sama. Sehingga, hal tersebut bukan satu-satunya kelemahan dari mereka," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Anco Jansen Pernah Jadi Korban Kedzaliman Klub Liga 1, Kini Dia Menghina Indonesia
-
Tanpa Gustavo Almeida, Persija Jakarta Hadapi Madura United FC di Bangkalan
-
Prestasi Anco Jansen Selama di Liga 1 Indonesia, Eks PSM Makassar yang Sangat Menghina Indonesia
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar