SuaraJabar.id - Kasus COVID-19 di Kota Cimahi terus bertambah. Rata-rata ada sekitar 50 kasus baru setiap hari. Diduga kuat mayoritas kasus aktif didominasi varian Omicron.
Berdasarkan data yang dipimpun Dinas Kesehatan Kota Cimahi, kekinian ada 433 orang warga Kota Cimahi yang terkonfirmasi aktif positif COVID-19 dari total 12.832 kasus yang terdata sejak tahun 2020.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mohammad Dwihadi Isnalini mengatakan, melihat penularan virusnya yang lebih cepat dirinya meyakini COVID-19 di Kota Cimahi kini didominasi varian Omicron.
"Setiap hari ada penambahan kasus rata-rata kurang lebih 50 orang. Saya sampaikan bahwa dengan cepatnya penularan seperti diprediksi juga ditingkat pusat kurang lebih 87 persen itu kasusnya Omicron," ungkap Dwihadi saat ditemui pada Selasa (15/2/2022).
Hal itu dikuatkan ketika sampel warga Kota Cimahi dilakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Hasilnya ada 13 orang warga Kota Cimahi yang dipastikan positif terpapar virus Corona.
"Memang kami ada data terbaru seperti dari 299 kasus positif oleh Labkesda itu diambil sampel 13. Itu positif Omicron," tegasnya.
Diakui Dwihadi, penularan dan penambahan kasus COVID-19 yang disebut memasuki gelombang ketiga ini memang lebih cepat yang mirip dengan ciri khas Omicron. Varian tersebut menyerang saluran pernafasan atas.
"Omicron dari hasil penelitian itu memang menyerang saluran pernafasan atas, jadi gejala demam ada tidak terlalu tinggi juga dan tidak lama demamnya. Ada batuk pilek ada mual sakit kepala," jelas Dwihadi.
Kian cepatnya penularan dan penambahan kasus, pihaknya pun akan menambah kapasitas tempat tidur khusus pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan. Semula, kapasitasnya hanya 10 persen tempat tidur namun akan ditambah menjadi 15 persen.
Baca Juga: Kulit Kering dan Bibir Pecah-pecah Bisa Jadi Tanda Gejala Omicron, Waspada Lagi Yuk!
"Sekarang keterisiannya sudah 66,09 persen dari total 10 persen kapasitas. Rencananya kita akan tambah menjadi 15 persen," katanya.
Menghadapi kasus COVID-19 ini, Dwihadi meminta masyarakat untuk tidak terlalu panik namun tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia mengimbau khususnya bagi lansia untuk tetap berdiam diri di rumah.
"Untuk lansia berada di atas 60 tahun hindari bepergian atau siapapun yang di rumah yang tinggal bareng dengan lansia tingkatkan proskesnya agar tidak membawa penularan COVID-19 ke dalam rumah," imbuh Dwihadi.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?
-
Tragis! Tak Sempat Lari, Kakek 81 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Palmerah
-
Bukan Sekadar Konten: Mengapa Polisi Harus "Sungkem" ke Lansia demi Keamanan Negara?
-
8 Manfaat Jalan Kaki Pagi bagi Lansia, Sederhana tapi Baik untuk Kesehatan
-
Motif Asmara Tak Direstui! Aksi Fortuner Putih Culik Lansia di PIK Terancam 12 Tahun Bui
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia
-
Infrastruktur Lumpuh Total, Anggaran Fisik Sejumlah Desa di Sukabumi ZONK Tergerus KDKMP
-
Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Jalur Pantura Lohbener, 3 Nyawa Melayang
-
Rekening Tetap Aktif, BRI Tingkatkan Perlindungan Nasabah dan Cegah Penyalahgunaan Rekening
-
Tumbang di Balai Kota Saat Bertugas, Wali Kota Bandung Masih Dipantau Ketat Tim Dokter