SuaraJabar.id - Bupati Garut, Rudy Gunawan beserta istri dan beberapa pejabat menjajal Kereta Api (KA) kelas ekonomi untuk relasi Stasiun Garut-Pasar Senen, Jakarta, Minggu (20/2/2022).
Ia mengaku terkesan dengan perjalanan KA Garut-Pasar Senen Jakarta itu. Pasalnya, meski berstatus kelas ekonomi, penumpang tetap merasa nyaman karena setiap gerbong dilengkapi penyejuk udara atau AC.
Lalu, berapa tiket yang dibanderol untuk KA Garut-Pasar Senen Jakarta?
"Tarif Stasiun Garut ke Pasar Senen dengan tarif sekitar Rp 41 ribu," kata Bupati Garut dikutip dari Antara.
Baca Juga: Angka Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Garut Tembus 1.000 Lebih
Saat ini kereta api komersial relasi Stasiun Garut-Pasar Senen sedang dilakukan uji coba sebelum diberi izin operasional oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Jalur Stasiun Garut-Cibatu yang baru selesai pembangunan reaktivasinya itu, kata Bupati, akan beroperasi tiga pemberangkatan kereta api kelas ekonomi setiap harinya.
Tiga kereta api komersial itu, lanjut dia, selain relasi Stasiun Garut-Pasar Senen, ada juga Garut-Padalarang, dan Garut-Purwakarta, lalu dalam sepekan dua kali melayani rute kereta api eksekutif Stasiun Garut-Gambir Jakarta.
"Tiga pemberangkatan dalam satu hari yaitu kereta api jurusan Garut langsung menuju ke Pasar Senen, jurusan kereta api Cibatuan itu sampai dengan Padalarang, dan jurusan kereta api dari Garut sampai ke Purwakarta, jadi ada kereta api tiga nanti di Garut itu," katanya.
Ia berharap sebelum Hari Raya Idul Fitri kereta api relasi ke Garut sudah bisa beroperasi melayani masyarakat umum, sehingga orang dari Jakarta yang mau mudik bisa menggunakan kereta api tanpa harus terjebak kemacetan di jalan.
Baca Juga: Diseret ke Meja Hijau, Tiga Jenderal NII Minta Hakim PN Garut Lakukan Hal Ini
"Insya Allah sebelum Lebaran kita sudah ada kereta api dari Jakarta ke Garut, jadi kalau ada bapak-ibu punya anak di Jakarta, Lebaran enggak usah macet-macetan, ini kapasitasnya 500 orang," katanya.
Selama menunggu izin keluar, kata Bupati, PT KAI pada 23 Februari 2022 akan mengoperasikan kereta api perjalanan Stasiun Garut-Cibatu bagi masyarakat umum secara gratis.
"Mulai tanggal 23 (Februari 2022) hari Rabu besok, ada perjalanan kereta api Garut-Cibatu gratis, kurang lebih (uji cobanya) satu bulan," katanya.
Bupati mengajak masyarakat menggunakan jasa transportasi kereta api sebagai transportasi pilihan untuk bepergian ke luar kota yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
"Saya berharap bisa digunakan karena murah, waktunya tepat waktu, ayo gunakan kereta api sarana transportasi aman, murah, dan nyaman," katanya.
Berita Terkait
-
Seorang Bocah Ditemukan Tewas Tenggelam saat Libur Lebaran di Pantai Garut
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2025 dengan Penumpang Kereta Api Diprediksi Terjadi Besok
-
Puncak Arus Balik Angkutan Kereta Api Diproyeksikan pada 6 April
-
Sejumlah 3.872.675 Tiket Kereta Api Terjual untuk Arus Mudik dan Balik
-
Gegara WFA, KAI Klaim Kondisi Arus Balik Penumpang Kereta Api Tak Alami Kepadatan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar