SuaraJabar.id - Menjelang bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, harga berbagai jenis cabai di pasar tradisional di Kota Cimahi mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Seperti yang terpantau di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi pada Selasa (29/3/2022). Kenaikan berbagai jenis cabai berkisar antara 30 persen hingga 50 persen untuk cabai tanjung merah, cabai keriting merah dan cabai rawit merah (cengek domba).
"Sekarang cabai-cabai yang merah terus naik. Kalau yang hijau-hijau masih stabil," kata Idris Hidayat (46), salah seorang pedagang Pasar Atas Baru.
Untuk harga cabai tanjung merah yang sebelumnya dijual Rp 40 ribu per kilogram naik menjadi Rp 60 per kilogram. Kemudian, harga cabai keriting berkisar Rp 50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu.
Kemudian cabai domba berkisar Rp 70 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 50 ribu.
"Sudah satu minggu lalu sampai sekarang harga cabai terus naik," tutur Idris.
Dengan tingginya harga cabai tersebut, Idris mengaku mengurangi pembelian ke suplier. Apalagi banyak pembeli yang menurunkan jumlah belanja cabainya.
"Enggak jarang juga cuman nanya aja, enggak jadi beli. Ya mungkin karena mahal," tuturnya.
Kenaikan sebelum masuk puasa memang selalu terjadi. Menariknya, tutur Idris, harga cabai akan turun kembali setelah dua pekan masuk bulan Ramadhan.
Baca Juga: Apakah Suntik Vaksin Booster Membatalkan Puasa saat Ramadhan?
Selain cabai, harga bawang merah dan bawang putih pun terus naik. Dari sebelumnya, Rp 24 ribu menjadi Rp 32 ribu.
"Ya mau gimana lagi. Kita dari pedagang minta agar harga bisa tetap stabil, jadi pendapatan dan penjualan stabil" tandasnya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok
-
Harga Pangan Nasional 18 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp93.150 per Kilogram
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting hingga Beras Melonjak
-
Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0
-
Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital
-
Gaya Baru Sektor Swasta Jaga Alam, WWF Sambut Positif Inisiatif EIGER Nature
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini
-
Kemarau Panjang, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Krisis Air Bersih
-
KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati