Scroll untuk membaca artikel
Andi Ahmad S
Kamis, 02 Juni 2022 | 13:50 WIB
Linda Purnamasari (33), Salah Seorang Pedagang Telur Ayam di Pasar Tradisional di Kota Cimahi [Ferry/Suarajabar]

SuaraJabar.id - Harga telur ayam di Kota Cimahi, Jawa Barat konsisten terus mengalami kenaikan. Hal tersebut dikeluhkan sejumlah pedagang dan pembeli.

Berdasarkan pantauan di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi pada Kamis (2/6/2022), harga telur ayam di pasar tradisional sudah menyentuh Rp 29 ribu per kilogram. Padahal normalnya rata-rata Rp 23-25 ribu per kilogram.

"Iya harganya naik bertahap. Sempat turun Rp 26 ribu per kilogram, sekarang perlahan naik lagi jadi Rp 29 ribu per kilogram," terang Linda Purnamasari (33), salah seorang pedagang telur ayam.

Menurut Linda, meroketnya harga telur ayam ras tersebut dikarenakan pasokannya yang berkurang. Biasanya ia mendapat pasokan telur ayam dari daerah Blitar, Jawa Timur.

Baca Juga: Jadwal Libur Panjang Sekolah 2022 untuk Jatim, Jateng, Jabar, DKI Jakarta dan Yogyakarta

Selain pasokan yang berkurang, harga pakan ayam yang juga naik dan sulit ikut mempengaruhi kenaikan harga telur ayam.

"Biasanya saya itu dipasok sehari 3 kwintal, sekarang cuma 2 kwintal. Terus harga pakannya juga katanya lagi susah," ujar Linda.

Dikatakannya, naiknya harga telur ayam itu menghambat penjualan. Pasalnya, konsumen kini mengurangi pembeliannya.

Linda mencontohkan, biasanya pedagang belanja hingga 2 kilogram, kini rata-rata hanya membeli 1 kilogram.

"Jadi naik harga ini bukannya untung, tapi malah sebaliknya. Pembelinya juga mengeluh, pada mengurangi belanja," tuturnya.

Baca Juga: Hari Ketujuh Pencarian Emmeril Khan Mumtadz Belum Ditemukan, Interpol Terbitkan "Yellow Notice" untuk Putra Ridwan Kamil

Untuk itu, Linda berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatas permasalahan kenaikan harga telur ayam ini.

"Bagi saya mending harganya normal, gak naik. Harapannya seperti itu," ucapnya.

Laksmi Sri Sundari (38), salah seorang konsumen pun dibuat kaget ketika mengetahui harga telur kini sudah naik lagi.

Kondisi tersebut tentunya sangat memberatkan bagi dirinya yang seorang single parent.

"Iya tadi beli telur ayam ternyata udah naik lagi. Buat saya yang jelas berat. Mudah-mudahan harganya segera normal lagi," katanya.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Load More