SuaraJabar.id - Meski saat ini tengah berduka atas hilangnya anak sulung Emmeril Kahn Mumtadz di Sungai Aaer, Swiss, namun hal tersebut nampaknya tidak menjadikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan larut dalam kesedihan atau berduka.
Saat ini Ridwan Kamil sudah kembali bertugas, kali ini dirinya akan mendapatkan tugas menjadi amirul hajj atau pemimpin jamaah haji asal Jawa Barat pada pelaksanaan ibadah haji tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi.
"Kalau tidak ada halangan, saya akan jadi amirul hajj di haji tahun ini. (Tahun) 2019 Pak Wagub Jabar, 2020 enggak ada, 2021 enggak ada. Nah 2022 ada. Jadi gantian, dulu Pak Wagub yang memimpin, sekarang saya memimpin," kata Ridwan Kamil di Kota Bandung, mengutip dari Antara.
Tugas pemimpin jamaah haji, menurut dia, antara lain memastikan jamaah aman dan sehat serta bisa mengakses pelayanan yang dibutuhkan, termasuk pelayanan konsumsi dan transportasi, selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.
"Jadi itu tugas saya di Tanah Suci nanti, untuk memastikan itu sebagai amirul hajj," kata dia.
Gubernur mengatakan bahwa apabila tidak ada halangan dia akan berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan tugas sebagai amirul hajj pada akhir Juni atau awal Juli 2022.
Menurut dia, saat ini enam kelompok terbang (kloter) jamaah haji asal Jawa Barat sudah diberangkatkan ke Tanah Suci.
"Informasi yang saya dapatkan itu sudah enam kloter terbang ke Tanah Suci dari calon jamaah haji, hanya 45 persen dari 100 persen dari yang seharusnya kita didapatkan," kata dia.
Menurut data Kantor Wilayah Kementerian Agama, Provinsi Jawa Barat mendapat kuota memberangkatkan 17.679 orang ke Tanah Suci pada tahun 2022.
Baca Juga: Takziah ke Pakuan, Gus Muhaimin: Insya Allah Kang Emil Kuat dan Eril Husnul Khotimah
"Kuota haji sebanyak 17.679 orang tersebut sudah termasuk pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah 27 orang dan Petugas Haji Daerah 86 orang," kata Kepala Urusan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H Ahmad Handiman Romdony.
Ia menambahkan, kuota haji Provinsi Jawa Barat tahun 2022 hanya sekitar 46 persen dari rata-rata kuota haji provinsi pada masa sebelum pandemi COVID-19.
Pandemi COVID-19 membuat pemerintah Indonesia selama dua tahun sejak tahun 2020 tidak memberangkatkan jamaah haji ke Tanah Suci. [Antara]
Berita Terkait
-
Takziah ke Pakuan, Gus Muhaimin: Insya Allah Kang Emil Kuat dan Eril Husnul Khotimah
-
Jadi Amirul Hajj, Ridwan Kamil Akan Pimpin Langsung Jamaah Haji Jawa Barat
-
Ridwan Kamil Imbau Warga Pastikan Beli Hewan Kurban Sehat
-
Reaksi Atalia Praratya Lihat Video Ribuan Jemaah di Palestina Salat Gaib untuk Eril
-
Hoaks Jasad Anak Ridwan Kamil Ditemukan Heboh Lagi, Ini Kabar Terbaru Pencarian Emmeril Kahn Mumtadz
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan