SuaraJabar.id - Harga daging sapi dan ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terpantau merangkak naik.
Beberapa waktu lalu, harga daging sapi berada di kisaran Rp 120 ribu per kilo. Saat ini harganya menyentuh Rp 140 ribu per kilo.
Kenaikan harga daging sapi dan ayam ini akibat minimnya pasokan di tingkat agen dan distributor.
"Untuk daging ayam dari Rp 35.000 menjadi Rp 37.000 per kilogram. Kenaikan harga karena minim-nya stok di tingkat agen dan distributor. Kami memperkirakan harga daging akan kembali mengalami kenaikan menjelang masuknya hari raya kurban," kata Kepala UPTD Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, Doni Wibowo, Senin (20/6/2022).
Meski kenaikan ini tidak akan sampai melambung, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas untuk menggelar operasi pasar sebagai upaya antisipasi. Hingga saat ini, tingkat penjualan masih stabil dan stok mencukupi hingga hari raya kurban.
Ia juga memastikan pasokan daging sapi yang terbatas di tingkat peternak terjadi karena merebaknya kasus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK). Sedangkan pengurangan produksi daging ayam karena tingginya harga pakan.
Pedagang di Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, mengatakan penjualan daging masih normal bahkan terbilang meningkat, meski harga merangkak naik. Pedagang pun berharap kenaikan harga tidak sampai melambung, karena dapat berpengaruh rendahnya penjualan.
"Kalau stok masih aman meski peternak mengurangi produksi. Kalau melihat harga saat ini, belum berpengaruh ke penjualan yang masih normal, 100 kilogram per hari untuk daging ayam dan 100 kilogram untuk daging sapi," kata pedagang daging di Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, Andri Willy. [Antara]
Baca Juga: Kabar Buruk, Kasus PMK di Kabupaten Bogor Semakin Meluas, Iwan Setiawan: Penyebabnya dari Jonggol
Berita Terkait
-
Harga Pangan 19 Agustus: Cabai dan Daging Sapi Merangkak Naik
-
Ayam Pedas dengan Cita Rasa Nusantara, Jadi Teman Seru Rayakan Kemerdekaan
-
Harga Daging Sapi dan Gula Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Masih Pedas
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diserap untuk MBG, Harga Ayam Justru Meroket Jadi Rp38.000/kg
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global
-
Dari Alun-alun Tegar Beriman Hingga CFD, Ini Sederet Panggung Baru Seniman Bogor
-
Kabupaten Bogor Siap Miliki Embarkasi Haji Mewah Megah Serupa Zamzam Tower
-
Bupati Bandung Sediakan Pinjaman Modal Rp10 Juta Tanpa Bunga dan Jaminan
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas