SuaraJabar.id - Sepanjang Januari hingga September tahun lalu, ada 8000 kondom yang digunakan warga Kota Bandung. Jumlah ini menurut Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung alami peningkatan.
Menurut data DPPKB Kota Bandung, terdapat lima kecamatan dengan pengguna kondom terbanyak. Kelima kecamatan itu Kecamatan Bandung Kulon, Coblong, Sukajadi, Andir, dan Arcamanik.
Warga di Bandung Kulon menjadi pengguna kondom terbanyak dengan jumlah mencapai 966 orang. Sejak Januari tahun lalu, pengguna kondom di kecamatan ini memang sudah tinggi di banding daerah lain dengan 926 orang.
Mengutip dari Jabarnews, kecamatan kedua terbanyak penggunaan kondom ialah kecamatan Coblong, jumlah penggunanya mencapai 673 orang. Dari Januari 2021, pengguna kondom di Kecamatan Coblong tercatat sudah mencapai 653 orang.
Lalu di Kecamatan Sukajadi ada 565 pengguna kondom. Meskipun angkanya tinggi, pengguna salah satu alat kontrasepsi di wilayah ini mengalami sedikit penurunan.
Sedangkan pengguna kondom di Kecamatan Andir yang tercatat mencapai 528 orang.
Jika dibandingkan dengan awal Januari 2021, jumlah pengguna kondom di kecamatan ini meningkat cukup drastis dengan angka awal sebanyak 484 pengguna kondom.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
-
Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas
-
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games
-
YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah