SuaraJabar.id - Komitmen pemerintah dalam menjalankan reforma agraria sesuai dengan amanah Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 dinilai masih sangat rendah.
Hal itu diungkapkan Aliansi Petani dan Mahasiswa Jawa Barat saat menggelar aksi Hari Tani 2022 di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/9/2022). Meereka menilai, perombakan dan penataan tanah untuk petani dinilai masih jauh dari status berkeadilan.
Reforma Agraria merupakan suatu upaya perombakan dan penataan ulang struktur agraria yang timpang menuju tatanan baru agraria yang berkeadilan, yakni dengan memastikan tanah untuk petani dan menjalankan fungsi sosial tanah demi terciptanya kemakmuran dan kelestarian alam.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil tak menampik bahwa kondisi lahan pertanian di Jawa Barat saat ini banyak dikuasai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Namun penguasaan itu tidak diimbangi dengan penggarapan yang optimal.
"Ternyata banyak tanah nganggur di Jabar, Setelah Saya bedah ternyata dikuasai BUMN dan swasta. Izinnya dikasi tapi tidak digarap. Dalam hati Saya mending kasih ke Rakyat," kata Ridwan Kamil saat menemui massa aksi.
Ridwan Kamil mengklaim bahwa pihaknya terus berusaha melobi BUMN dan swasta yang tidak menggarap lahan dengan maksimal. Ridwan Kamil tengah merencanakan sebuah regulasi agar tanah yang 'nganggur' bisa dipakai oleh rakyat.
"Karena mubazir itu teman setan, sampai tahun ke empat sudah lobi kemana-mana supaya perbanyak tanah nganggur disarankan aja pada mereka (rakyat). Jadi apakah nanti bentuknya Pergub atau apa Saya carikan formatnya dulu sesuai aturan," tandasnya.
Sementara itu, Koordinator Aliansi Mahasiswa Petani Jabar, Anas Sodikin mengatakan, pihaknya menjadikan Hari Tani Nasional sebagai momentum dan upaya refleksi situasi agraria, nasib dan kesejahteraan petani dan orang-orang yang bekerja di pedesaan.
"Kami menjadikan Reforma Agraria dan kedaulatan pangan sebagai salah satu dari tujuan tercapainya kesejahteraan. Kami meyakini bahwa perombakan struktur penguasaan dan pemilikan tanah, dengan redistribusi melalui Reforma Agraria, merupakan jalan untuk mewujudkan negara sejahtera dimana kemakmuran rakyat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Anas.
Baca Juga: Kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat Disebut Masuk Radar Gandengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024
"Satu dari tiga prinsip negara sejahtera yakni redistibusi kekayaan secara adil dan merata termanifestasi dalam Reforma Agraria. Hal ini pula lah yang menjadi tema peringatan Aliansi Mahasiswa Petani Jawa Barat untuk Hari Tani Nasional 2022 ini, yakni “Penegakan Agraria Untuk Kedaulatan Petani”," tegasnya.
Anas menjelaskan, Reforma Agraria telah dijadikan sebagai program prioritas oleh pemerintah. Namun, sejauh ini, Reforma Agraria masih belum dijalankan secara utuh.
Di periode pertama, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memasukkan Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan sebagai program prioritas dalam Nawa Cita (sembilan program prioritas). Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan kembali dilanjutkan untuk tahun 2019-2024.
Secara garis besar, target Reforma Agraria di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah redistribusi tanah seluas 9 juta hektar melalui Program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA).
"Dalam hal ini Jawa Barat memiliki 10 Lahan Prioritas Reforma Agraria (LPRA) yang harusnya bisa selesai di tahun 2021 sesuai surat edaran kepala Staf Kepresdidenan 2021 nomor 1B/T tahun 2021 tentang pembentukan tim percepatan penyelesaian konflik Agraria dan penguatan kebijakan Reforma Agraria tahun 2021," jelasnya.
Atas dasar itu, Aliansi Mahasiswa Petani Jawa Barat melayangkan tuntutan sebagai berikut;
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Nyawa Melayang Gara-Gara Dahan Lapuk! Tragedi Dewi Bikin Ketua DPRD Pangandaran Meradang
-
Nekat Nyalip! Pikap L300 Terbang Tembus Trotoar dan Terguling Beda Jalur di Flyover Cisaat
-
Ngeri! Keluar Tol Parungkuda Langsung Oleng, Toyota Calya Terguling Hantam Dua Mobil
-
Macet One Way Bikin Stres? Aksi Spontan Aiptu Didik Joget Bareng Pengamen Bikin Pemudik Terhibur
-
Ngeri! Uang Kurang Beli Miras, Pemuda Warudoyong Tewas Dikeroyok dengan Usus Terburai