SuaraJabar.id - Sejumlah daerah di Kabupaten Ciamis rawan akan bencana. Baik banjir longsor, angin kencang maupun bencana alam lainnya.
Menurut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Ciamis, Ahmad Gozali, beberapa kecamatan yang rawan bencana tersebut berdasarkan kejadian.
Adapun sejumlah kecamatan yang rawan akan bencana, seperti bencana banjir yang berdasarkan kejadian ada di Kecamatan Banjarsari, Pamarican dan Lakbok.
Lalu ada angin kencang di Kecamatan Purwadadi, Rajadesa, dan Pamarican.
“Sedangkan untuk bencana longsor itu di dataran tinggi. Seperti Kecamatan Panumbangan, Cihaurbeuti, Panawangan dan Panjalu,” katanya mengutip dari Harapanrakyat.com--jaringan Suara.com
Ditambahkannya, BPBD Ciamis sendiri saat ini ada penguatan kawasan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan Desa Tangguh. Kemudian ada juga program KIE atau Komunikasi Informasi dan Edukasi.
“Jadi kita laksanakan sosialisasi tentang pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa. Terutama untuk daerah yang rawan bencana,”
Ahmad mengimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan bencana.
Pihaknya juga menyarankan kepada masyarakat yang berada di daerah yang rawan banjir, untuk menghindari buang sampah ke sungai.
Baca Juga: Musim Hujan Tiba, MPBI Ingatkan Banjir Bukan Bencana Alam
Sedangkan untuk masyarakat yang berada di dataran tinggi atau tebing, agar menghindari membuat kolam di atas tebing. Pasalnya, nanti jika bocor air tersebut bisa menyebabkan terjadinya longsor.
Berita Terkait
-
Musim Hujan Tiba, MPBI Ingatkan Banjir Bukan Bencana Alam
-
Diskar PB Bandung Layangkan Surat untuk Para Camat, Imbau Waspada Potensi Bencana Alam
-
Di Cianjur Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana Alam, Bupati Perintahkan Dinas Tangani secara 'Keroyokan'
-
Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana Alam, Bupati Cianjur Perintahkan OPD Lakukan Ini
-
6 Fakta Bencana Alam di Tasikmalaya-Pangandaran, Jalan Retak 100 Meter, Begini Reaksi Pemerintah
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu