SuaraJabar.id - Pengacara kondang Hotman Paris medukung warga yang protes Lesti Kejora cabut laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Rizky Billar.
Pasalnya Hotman Paris menilai, pencabutan laporan KDRT atas terlapor rizky Billar oleh Lesti Kejora tidak membawa dampak positif dalam konteks perjuangan wanita korban KDRT.
"Saya sependapat dengan jutaan warga protes ataskeputusan Lesti mencabut laporan, karena hal itu tak berdampak positif bagi perjuangan wanita korban KDRT. Harusnya ya proses dulu. Sekarang jadi ada sesuatu dipertanyakan," ujar Hotman Paris di Paskal Hypersquare, Kota Bandung, Minggu (16/10/2022).
Lebih jauh, Hotman mengaku banyak dimintai masyarakat dan wartawan untuk menjadi kuasa hukum Lesti Kejora sejak Hotma Sitompul menjadi kuasa hukum Rizky Billar.
Baca Juga: Nyelekit, Marshel Beri Sindir Suami yang KDRT, Sebut Laki Itu Banting Tulang Bukan Banting Istri
Hal itu, kata dia, diinginkan warga karena banyak kasus yang ditangani oleh Hotman Paris berhasil menang ketika melawan Hotma Sitompul.
"Saya tak ada kaitan apapun dengan kasus Lesti, saya masih no komen. Kalau Hotma katakan bahwa saya biang kerok, dia salah pengertian. Karena memang setiap dia ditunjuk dalam beberapa kasus, rakyat ya minta saya untuk menandinginya. Dan terbukti beberapa kali ampuh termasuk pembunuhan Angelin di Bali," jelasnya.
Terkait Rizky Billar dan Lesti Kejora yang segera rujuk setelah Hotma Sitompul menangani kasus tersebut, Hotman Paris menilai ia justru sudah mengetahui lebih dulu dari sumber terpercaya, bahwa Rizky Billar dan Lesti Kejora sudah pernah bertemu di rumah sakit untuk menjenguk dan sepakat berdamai pada saat itu.
"Sebnarnya sebelum Lesti Kejora umrah, suatu malam Rizky Billar ke rumah sakit datang minta maaf dan rayuan manis, dan saat itu sudah ada arahnya akan dicabut (laporan KDRT). Maka tim kuasa hukum silent terus," ujarnya.
Hotman justru menyayangkan aksi Lesti Kejora yang tidak memberikan keterangan apapun selama dirinya melakukan ibadah Umrah ke tanah suci. Hal itu, kata Hotman, pada akhirnya justru membuat dirinya seolah menjadi biang kerok perdamaian.
Baca Juga: Hotman Paris Beberkan Fakta Baru tentang Perdamaian Lesti Kejora dan Rizky Billar
"Sehingga rakyat sempat simpatik penderitaan terhadap Lesti Kejora, tapi akhirnya laporan dicabut dan konferensi pers keliatan ketawa. Itu yang buat banyak warga protes dan menuduh ada biang kerok dan menyudut ke saya, tapi saya tak tertarik kasus ini," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Media Malaysia: Jordi Amat Diincar 2 Klub Indonesia
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Kontrak di Sabah FC Habis Mei 2025, Saddil Ramdani Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Hotman Paris Sebut Trik Lisa Mariana Cari Keadilan Sudah Buntu, Tak Bisa Gugat Pidana atau Perdata
-
Ogah Bantu Jadi Pengacara, Hotman Paris Malah Kasih Tips Agar Anak Lisa Mariana Dapat Hak Waris
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar