SuaraJabar.id - Kehadiran Elon Musk di B20 Summit salah satu rangkaian acara KTT G-20 Bali yang berlangsung 15-16 November 2022 menyita perhatian publik.
Bagaiamana tidak, Elon Musk yang hadir virtual di B20 Summit hari ini, Senin (14/11/2022) muncul dengan latar yang gelap.
Elon Musk dengan santainya mengatakan bahwa kondisi rumahnya sedang mati lampu.
“Maaf sedang mati lampu. Saya jadi terlihat seperti zombie di sebuah ruangan yang gelap,” ujarnya seperti dikutip dari Suara.com
Baca Juga: Elon Musk Sebut Indonesia Punya Masa Depan Yang Cerah di KTT B20
Pernyataan Elon Musk bahwa rumahnya mati lampu pun jadi viral di laman media sosial. Banyak netizen asal Indonesia seolah tak percaya listrik rumah Elon Musk bisa mati.
Mengutip dari laman Forbes, per 22 Mei 2022, Elon Musk masih menjadi orang terkaya di dunia. Kekayaan Elon berasal dari perusahaan Tesla dan perusahaan roket luar angkasa, SpaceX
Per 22 Mei 2022, kekayaan Elon Musk mencapai Rp 3.041 Triliun atau setara dengan 207,3 millar dolar AS.
Sementara jika merujuk pada Forbes Oktober 2022, pasca ia membeli Twitter, kekayaan Elon Musk mencapai Rp 3.440 triliun atau 221,5 milliar dolar AS.
Total kekayaan itu naik sebesar 330 juta dollar AS atau setara dengan Rp 5,1 triliun.
Baca Juga: Amankan KTT G20, TNI Siapkan 14 Kapal Perang di Sejumlah Lokasi Strategis
Menariknya, pada laporan bulan yang sama, Elon Musk disebut-sebut dalam kurun waktu satu tahun nilai kekayaannnya menyusut lebih dari 100 milliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 4650 triliun dengan kurs Rp 15.500 per dolar Amerika Serikat.
Elon Musk Pakai Batik Bomba
Elon Musk saat hadir di konfrensi tersebut mengenakan baju batik Bomba, batik khas dari Sulawesi Tengah.
Batik Bomba yang dikenakan Musk berwarna hijau. Dikutip dari berbagai sumber, kata Bomba memiliki arti keterbukaan dan kebersamaan.
Batik Bomba memiliki cukup banyak motif. Motif yang paling banyak digemari oleh masyarakat ialah bunga cengkeh, sambulugana dan taiganja.
Dari ketiga motif tersebut juga memiliki makna dan arti yang berbeda-beda. Motif cengkeh misalnya berasal dari komoditas perkebunan cengkeh yang jadi andalan di Kabupaten Tolitoli.
Sementara motif Sambulugana merupakan motif gabungan dari tanaman pinang dan siri. Biasanya motif ini dipakai sebagai pelengkap upacara adat meminang masyarakat Kaili di Palu.
Bagi masyarakat Kaili, acara meminang tidak akan lengkap jika tidak ada batik dengan motif Sambulugana.
Sedangkan untuk motif taiganja merupakan motif yang berasal dari akar tradisi masyarakat Kaili. Dua sentra batik bomba yakni batik bomba Lekatu di Tavanjuka dan batik bomba di jalan Kedondong, Kota Palu.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: PLN Beri Voucher Token Gratis Rp250 Ribu untuk Daya 450-2.200 VA
-
Cara Beli Token Listrik di DANA, Mudah dan Praktis!
-
Komdigi Sambut Investasi Amazon Kuiper ke Indonesia, Jadi Pesaing Satelit Starlink
-
Setelah Starlink, Telkom Yakin Bisa Bersaing dengan Satelit Amazon Kuiper
-
Cara Beli Token Listrik Lewat DANA Terbaru 2025
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar