SuaraJabar.id - Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi
Arlan Siddha menyoroti kemesraan yang terjalin antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan Partai Golkar.
"Kemesraan Ridwan Kamil dengan Golkar memang terasa begitu intens. Apalagi setelah beliau hadir diacara yang diinisiasi Kosgoro. Kita tahu Kosgoro sebagai pencetak kader Golkar loyal," kata Arlan saat dihubungi Suara.com pada Minggu (11/12/2022).
Arlan menilai kemeseraan yang ditunjukan Ridwan Kamil seperti menunjukan sinyal kiat bahwa Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 itu bakal bergabung dengan Partai Golkar. Peluang keduanya untuk bersama menurutnya cukup terbuka lebar.
"Saya melihat ada keseriusan Ridwan Kamil bergabung dengan Golkar dan Golkar juga seperti membuka tangan untuk Ridwan Kamil. Tentunya ini sangat mungkin karena Ridwan Kamil juga pernah memberi sinyal terkait pilihan partai nasionalis," ujar Arlan.
Jika Ridwan Kamil benar-benar bergabung dengan Partai Golkar, lanjut Arlan, maka akan membuat partai besutan Ketua Umum Airlangga Hartarto itu akan semakin menarik.
"Jika bergabung dengan Golkar saya rasa dinamika Golkar akan semakin menarik. Artinya Golkar akan dihuni oleh orang yang memiliki kapabilitas yang baik," sebut Arlan.
Sebelumnya,Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat TB Ace Hasan Syazidly mengatakan pihaknya terbuka apabila Ridwan Kamil ingin bergabung dengan partainya. Apalagi partai berlambang beringin itu.
Ace mengatakan, pihaknya selalu mendukung kebijakan dan program Ridwan Kamil untuk membangun Jabar Juara dan berpihak pada kepentingan rakyat Jawa Barat.
"Tentu saya menyampaikan bahwa Partai Golkar menyambut baik jika beliau mau maju kembali sebagai Gubernur Jawa Barat. Jika mau maju dari Partai Golkar, kami siap memberikan dukungan," sebut Ace.
Sebelumnya diberitakan, hubungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai makin mesra dengan Partai Golkar. Bukan cuma menghadiri acara pelantikan Kosgoro 1957, Ridwan Kamil bahkan mempersilahkan acara organisasi Partai Golkar itu digelar di Gedung Sate, Kota Bandung.
Dalam acara yang berlangsung pada Minggu (27/11/2022) itu, Ketua DPD Golkar Jabar Tb Ace Hasan Syadzily bahkan secara terbuka mengajak Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil untuk bergabung dengan Partai Golkar.
"Ini harus saya tegaskan, karena penting support sekali dari Pak Emil. Kemenangan ini perlu dikonkretkan. Kemenangan ini akan mudah kalau Pak Ridwan Kamil bergabung dengan Golkar,” kata TB Ace.
Ajakan itu disampaikan di hadapan Kader Kosgoro dan Golkar yang hadir, termasuk Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
Merespon ajakan untuk bergabung Partai Golkar yang disampaikan secara terbuka itu, Ridwan Kamil tak memberikan jawaban lugas.
"Pemilihnya 35 juta jiwa. Dinamikanya luar biasa. Dengan kedekatan yang menuju babak final (Pilpres 2024), mudah-mudahan harapan Pak Ace bisa segera terwujud," jelas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat
-
Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri
-
KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor
-
Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan
-
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?