Andi Ahmad S
Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB
Ilustrasi pengangguran di Jabar. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • BPS Jawa Barat melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 6,67 persen pada Agustus 2026.
  • Jumlah penduduk yang bekerja di Jawa Barat meningkat sebanyak 260 ribu orang menjadi 24,77 juta orang.
  • Kabupaten Bekasi mencatatkan tingkat pengangguran tertinggi di Jawa Barat dengan persentase mencapai 8,71 persen.

SuaraJabar.id - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat mengalami penurunan pada Agustus 2026. Meski demikian, Kabupaten Bekasi masih tercatat sebagai daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, TPT pada Agustus 2026 turun 0,10 persen poin menjadi 6,67 persen, dengan jumlah pengangguran mencapai 1,77 juta orang.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan penurunan angka pengangguran tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah penduduk bekerja di Jawa Barat pada Agustus 2026 mencapai 24,77 juta orang. Angka tersebut bertambah sekitar 260 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), saat ini jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 24,77 juta orang, bertambah sekitar 0,26 juta orang dibandingkan periode Agustus 2025," ujar Ari dilansir dari Antara.

Dari berbagai sektor usaha, perdagangan besar dan eceran menjadi lapangan pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja, dengan kontribusi mencapai 23,04 persen dari total penduduk bekerja.

Selanjutnya, penyerapan tenaga kerja terbesar berasal dari sektor industri pengolahan dan pertanian.

Ari menjelaskan, penurunan TPT terjadi secara merata di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Namun, jika dilihat berdasarkan wilayah, Kabupaten Bekasi justru mencatatkan tingkat pengangguran tertinggi, yakni sebesar 8,71 persen.

Sementara itu, Kabupaten Pangandaran menjadi daerah dengan TPT terendah di Jawa Barat, yaitu hanya 1,76 persen.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Dari sisi kualitas pekerjaan, BPS juga mencatat peningkatan proporsi pekerja penuh atau mereka yang bekerja minimal 35 jam dalam seminggu.

Pada Agustus 2026, persentase pekerja penuh di Jawa Barat mencapai 74,39 persen.

Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 66,78 persen.

Partisipasi angkatan kerja perempuan juga menunjukkan tren positif. Pada Agustus 2026, angkanya mencapai 50,16 persen, meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 49,17 persen.

Load More