SuaraJabar.id - Ribuan jemaah Muhammadiyah melaksanakan salat Idul Adha 1444 Hijriah pada Rabu (28/5/2023) yang dipusatkan di Lapangan Rajawali, Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi.
Selain di Lapangan Rajawali, pelaksanaan salat Idul Adha warga Muhammadiyah juga dilaksanakan di DKM Masjid Asih Putera di Jalan Cihanjuang dan DKM Sabiilul Muttain di Jalan Pesantren, Kota Cimahi.
"Kami kemarin secara hitung-hitungan dengan basis garis perhitungan ukuran dan sebagainya hari ini ada sekitar 8 ribu yang hadir pada pelaksanaan salat Idul Adha," kata Wakil Ketua Muhammadiyah Kota Cimahi Gunadi Taufik.
Dia mengatakan, pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini berjalan lancar dimana semua jemaah Muhammadiyah yang hadir tampah khusyu mengikutinya hingga akhir.
Baca Juga: Meski Waktu Salat Idul Adhanya Berbeda, Menko PMK Imbau Warga Muhammadiyah Berkurban Pada Kamis Esok
Ia berharap pelaksanaan ibadah kurban tahun ini bisa menjadi bekal untuk menghidupkan kembali ilmu, hakekat dan syiar Idul Adha.
"Mulai dari pengurbanan, silaturahmi dan gembira. Jadi ini empat hari adalah hari kegembiraan, hari dimana kita diperintahkan makan-makan, minum dan dzikir kepada Allah SWT," ujar Gunadi.
Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat melalui Kememterian Agama (Kemenag) yang memberikan libur panjang pada Idul Adha tahun ini. Waktu libu yang panjang ini tentunya harus dimanfaatkan untuk bersilaturahmi.
"Catatan khusus kita berterima kasih kepada Kemenag luar biasa memberi libur tiga hari, ini peristiwa yang luar biasa sehingga kita kan mudah bersilaturahmi. Idul Adha akan lebih mudah sebab umat Islam semuanya kompak makan daging yang sama," jelas Gunadi.
Kendati pelaksanaan salat Idul Adha dilaksanakan hari ini, namun pelaksanaan penyembelihan hewan kurban baru akan dilaksanakan keesokan harinya atau Kamis (29/6/2023).
Baca Juga: Terjadi Lagi Tahun Ini, Berapa Kali Indonesia Merayakan Idul Adha Berbeda Hari?
"Kita akan membersamai umat Islam yang lain kita kurban besok, itu akan lebih memudahkan juga. Kalau kita laksanakan sekarang, kondisi masyarakat akan tidak mudah," katanya.
Sementara itu Ersyad Mutaqin, Ketua Pelaksana Iduladha Pd Muhammadiyah Kota Cimahi mengatakan pelaksanaan penyembelihan dilakukan secara terpisah di beberapa titik.
"Jadi ada yang di pimpinan daerah ada yang di ranting dan cabang, dalam rangka penyebaran dan pendistribusian agar warga Cimahi menerima manfaat," tutur Ersyad.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Benarkah Muhammadiyah Pelopor Modernisasi Halal Bihalal di Indonesia? Ini Faktanya
-
Bang Doel Sapa Warga! Begini Suasana Meriah Open House Rano Karno di Jakarta
-
Lebaran Pertama Jadi Wagub Jakarta, Rano Karno Gelar Open House di Rumah 'Si Doel'
-
Adab Sambut Salat Idul Fitri, Berhias hingga Pakai Wangi-wangian
-
Promo Alfamart Spesial Idulfitri, Dapatkan Minyak Goreng dengan Harga Murah
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar