- Sebelumnya ucapan KDM ramai jadi viral di media sosial.
- KDM kini mengklarifikasi ucapannya.
- Beberapa ahli hidrogeologi juga angkat bicara soal hal ini.
SuaraJabar.id - Dalam kunjungan keduanya ke pabrik Aqua Subang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang dikenal dengan sebutan KDM, mengakui jika sumber air awal Aqua adalah benar-benar dari mata air pegunungan.
Mata air tersebut dibuatkan jalan ke area proses produksi menggunakan pipa untuk menjaga dan melindungi sumber air baku untuk produk Aqua.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok @TINTAHIJAUcom, terlihat KDM tengah dikerumuni sejumlah karyawan Aqua untuk meminta klarifikasi terkait ucapannya yang menyudutkan Aqua dengan mengatakan Aqua diambil dari air tanah bor, seolah-olah sama dengan air bor yang ada di rumah-rumah masyarakat.
Sontak ucapan KDM ini ramai jadi viral di media sosial. Jelas, ucapan KDM yang salah kaprah soal sebutan air pegunungan itu sangat merugikan pihak Aqua dan semua karyawan yang bekerja di sana.
Merasa dirugikan dengan ucapan KDM ini, begitu ia mengunjungi pabrik kedua kalinya, para karyawan Aqua pun ramai-ramai menanyakan maksud ucapannya tersebut.
KDM pun mengklarifikasi ucapannya dengan berkata sembari mengakui bahwa dari awal Aqua dibangun di Subang berasal dari mata air pegunungan.
"Memang saya datang ke sini ada niat nggak untuk jelek-jelekin Aqua? Yang protes kan netizen," ucap pria berusia 54 tahun itu.
Para karyawan kemudian menegaskan lagi dengan berkata, "Jadi, mata air clear ya?". "Iya, mata air clear," jawab KDM menegaskan.
Terkait pengertian air pegunungan ini memang sering disalahartikan. Banyak yang menafsirkan bahwa air pegunungan itu langsung diambil dari sumber mata air permukaan yang ada di pegunungan seperti yang juga ditafsirkan KDM.
Pakar hidrogeologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Profesor Lambok M. Hutasoit, menjelaskan yang dimaksud air pegunungan yang digunakan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) itu bukanlah langsung dari mata air yang muncul di permukaan daerah pegunungan.
Menurutnya, sumber air pegunungan itu berada dalam sistem akuifer yang dihasilkan dari proses alami di pegunungan, yaitu hujan yang meresap ke dalam tanah, lalu mengalir ke sumber air dan diambil dari akuifer bawah tanah di pegunungan.
Profesor Lambok menegaskan ada alasan ilmiah mengapa industri besar memilih sumber air dari pegunungan dibanding air tanah biasa. Menurutnya, tidak semua air tanah aman untuk dikonsumsi meski air tanah sering mengandung mineral.
"Salah satunya ada Kromium VI yang sangat beracun. Jadi, tidak sembarangan menggunakan air tanah untuk air minum. Harus dianalisis kimianya terlebih dahulu," ujarnya.
Selain kandungan kimia, kualitas air juga sangat bergantung pada lapisan batuan. Dari berbagai jenis batuan, yang dianggap baik sebagai sumber air adalah batu pasir, kapur, dan gamping.
Sementara itu, batu lumpur dinilai kurang baik karena mudah tercemar.
Berita Terkait
-
Air Mineral Pegunungan Alami Dukung Konsistensi dan Stamina Atlet Basket Indonesia
-
Komitmen sebagai Brand Milik Indonesia, Le Minerale Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatera
-
Cuma Gara-gara Botol Air Mineral, Pemilik Ioniq 5 Rugi Rp190 Juta
-
Datangi Pabrik Aqua Lagi, Dedi Mulyadi Ungkap Sumber Airnya yang Tak Sesuai Iklan
-
Beda Air Mineral vs Demineral, Mana yang Lebih Bagus untuk Dikonsumsi?
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
Terkini
-
7 Fakta Dua Polisi Gugur di Longsor Cisarua, Tertabrak Truk TNI Saat Tugas Kemanusiaan
-
16 Jenazah Dievakuasi, Tim SAR Terus Sisir 80 Korban yang Masih Tertimbun di Cisarua
-
80 Orang Masih Tertimbun, Basarnas Kerahkan Pasukan Khusus dan Robot Udara ke Bandung Barat
-
Program Bupati Rudy Susmanto Sentuh Masjid Kecamatan, Jaro Ade Titipkan Bantuan Rp100 Juta
-
Ustaz Abdul Somad Hadiri Isra Miraj di Kabupaten Bogor 24 Januari, Pemkab Siapkan Jamuan Ini