- Dua pria paruh baya berinisial Her (42) dan DHB (42) ditangkap pada Kamis (12/3/2026) karena mencuri di asrama santriwati Ponpes Daarut Taqwa.
- Pelaku spesialis tersebut berhasil diringkus sehari setelah pencurian dua laptop dan empat ponsel milik santriwati terjadi pada Rabu (11/3/2026).
- Polsek Tamansari berhasil mengungkap kasus ini cepat berkat laporan masyarakat, dan kini pengembangan penyelidikan masih dilakukan untuk mencari potensi lokasi lain.
SuaraJabar.id - Ketenangan di asrama putri Pondok Pesantren Daarut Taqwa, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, seketika koyak oleh ulah tangan-tangan panjang yang tak bertanggung jawab.
Dua pria paruh baya, tanpa rasa segan, menjadikan asrama tempat para santriwati beristirahat sebagai ladang kejahatan. Namun, kelihaian mereka tak bertahan lama.
Unit Reskrim Polsek Tamansari, yang diback-up penuh oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, bergerak bak kilat. Hanya berselang sehari setelah kepanikan melanda pesantren, dua bandit spesialis pencurian asrama itu sukses diringkus pada Kamis (12/3/2026).
Kedua pelaku yang kini harus menundukkan kepala itu berinisial Her (42), warga Kota Cimahi, dan DHB (42), warga Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Kasus ini bermula dari kepanikan yang melanda asrama di Kelurahan Mulyasari pada Rabu (11/3/2026). Gina, seorang mahasiswi asal Sodonghilir yang menetap di asrama tersebut, mendapati kenyataan pahit.
Dua unit laptop dan empat unit telepon pintar (ponsel) milik para santriwati raib digondol maling. Bagi para santri, barang-barang tersebut bukanlah sekadar benda elektronik mewah, melainkan "senjata" utama mereka untuk mengerjakan tugas kampus dan menghafal pelajaran. Laporan Gina pun langsung meluncur ke meja kepolisian.
Jeritan hati para santriwati ini tak dibiarkan menguap begitu saja. Kapolsek Tamansari, AKP Nuraeni, langsung menginstruksikan jajarannya untuk memburu jejak para pelaku. Kolaborasi intensif membuahkan hasil manis.
“Benar, dua orang pelaku pencurian di Ponpes Daarut Taqwa sudah kami amankan beserta seluruh barang buktinya. Pengungkapan ini bisa secepat ini berkat laporan kilat dari masyarakat yang langsung kami tindak lanjuti di lapangan,” tegas AKP Nuraeni, Kamis (12/3/2026).
Penangkapan duo bandit paruh baya ini seolah menjadi oase di tengah keresahan warga sekitar. Sebelumnya, desas-desus mengenai aksi pencurian serupa sempat menghantui lingkungan pendidikan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Petaka Balon Terbang di Tengah Hujan: Akhir Pilu Pencarian 3 Hari Bocah 5 Tahun di Ciamis
AKP Nuraeni menyadari, mengamankan pelaku bukan sekadar soal menegakkan hukum, tapi mengembalikan rasa aman bagi para santriwati agar bisa kembali tidur nyenyak dan fokus menimba ilmu.
Meski pelaku utama telah tertangkap, polisi belum mau menutup buku. Investigasi terus menukik tajam untuk membongkar jaringan ini hingga ke akarnya. Polisi meyakini ada potensi lokasi pencurian lain yang pernah disatroni oleh duet Her dan DHB.
“Saat ini kasusnya masih terus kami kembangkan. Kedua pelaku sudah menjalani proses hukum yang berlaku dan kini harus mendekam di sel tahanan Rutan Polres Tasikmalaya Kota,” ungkap Nuraeni dengan nada tegas.
Di akhir keterangannya, Kapolsek menitipkan pesan penting bagi seluruh pengelola institusi pendidikan dan masyarakat luas. Di era sekarang, kewaspadaan adalah kunci. Tembok yang tinggi tak selalu cukup tanpa sistem keamanan yang baik.
“Jangan pernah ragu melaporkan sekecil apa pun tindak kriminalitas. Kecepatan laporan Anda adalah kunci kecepatan kami bertindak,” tutupnya.
Artikel ini telah dimuat di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Gasak Laptop dan HP di Ponpes Daarut Taqwa Tasikmalaya, Dua Pencuri Diringkus Polisi"
Berita Terkait
-
Petaka Balon Terbang di Tengah Hujan: Akhir Pilu Pencarian 3 Hari Bocah 5 Tahun di Ciamis
-
Kampung Kami Dikotori: Amarah Warga Sukabumi, Pesantren Kosong, dan Misteri Hilangnya Ustaz MSL
-
Mudik Lebaran 2026, Waspada! Ini Titik Rawan Bencana di Jalur Ciamis
-
Mudik Lebaran ke Pangandaran? Pemkab Siagakan Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Jalur Wisata
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai
-
Indonesia Derby 2026 Tembus 24 Ribu Penonton, Sulawesi Utara Raih Juara Umum Kejurnas Seri I