Wakos Reza Gautama
Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB
Ilustrasi Salat Idul Fitri. Pemkot Sukabumi menolak izin Salat Idulfitri Muhammadiyah di Lapang Merdeka karena perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 H. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemkot Sukabumi menolak izin Salat Idulfitri Muhammadiyah di Lapang Merdeka karena perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 H.
  • Warga Muhammadiyah Kota Sukabumi akhirnya mengalihkan lokasi salat pada Jumat (20/3/2026) ke UMMI dan SD Aisyiyah Cipoho.
  • Muhammadiyah Jawa Barat tetap melaksanakan Salat Idulfitri serentak Jumat (20/3/2026) berdasarkan maklumat PP.

SuaraJabar.id - Rencana besar warga Muhammadiyah Kota Sukabumi untuk menggemakan takbir dan menggelar Salat Idulfitri 1447 Hijriah di ikon kota, Lapang Merdeka, dipastikan batal terlaksana.

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi secara resmi tidak menerbitkan surat izin penggunaan fasilitas publik tersebut, meskipun permohonan pengajuan dari pihak panitia telah dilayangkan jauh hari sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh lebih awal, yakni pada Jumat (20/3/2026). Perbedaan tanggal jatuhnya hari raya dengan kalender pemerintah inilah yang disinyalir menjadi akar tak turunnya izin.

Menyikapi penolakan tersebut, warga Muhammadiyah memilih untuk tidak berpolemik panjang dan segera memutar haluan.

Pelaksanaan Salat Idulfitri tingkat Kota Sukabumi akhirnya resmi dialihkan ke dua titik aman milik persyarikatan, yakni kompleks Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan SD Aisyiyah Cipoho.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Sukabumi, Ade Rahmatullah, mengonfirmasi dinamika di lapangan tersebut dengan nada tenang.

“Pelaksanaan salat kami pusatkan dan bertempat di UMMI serta Perguruan Aisyiyah Cipoho. Langkah ini kami ambil setelah Pemda menolak pengajuan permohonan izin pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapdek (Lapang Merdeka),” ujar Ade dikutip dari Sukabumiupdate.com, Kamis (19/3/2026).

Meski pelaksanaan ibadah telah menemukan solusi tempat, rasa kecewa tak sepenuhnya bisa disembunyikan oleh pengurus daerah.

Sekretaris PD Muhammadiyah Kota Sukabumi, Yana Fajar, mengungkapkan bahwa keputusan penolakan fasilitasi ruang publik oleh pemerintah daerah dirasa kurang sejalan dengan semangat toleransi perbedaan.

Baca Juga: Awas Modus Grup WA! Polisi Ciduk Belasan Travel Gelap Antar Pemudik ke Pelosok Sukabumi

“Kami cukup menyesalkan karena tidak diberikan izin,” kata Yana dengan nada prihatin.

Ia pun membeberkan alasan di balik terkuncinya gerbang Lapang Merdeka. Menurut Yana, alasan administratif yang disampaikan oleh pihak Pemkot berkaitan murni dengan perbedaan waktu pelaksanaan Salat Idulfitri.

“Alasannya sederhana saja, karena pelaksanaan Salat Idulfitri yang jatuh pada hari Jumat (20 Maret) itu dianggap tidak ada dalam ketentuan keputusan resmi di Jakarta, di pusat (Pemerintah RI),” jelasnya mengurai kebuntuan komunikasi tersebut.

Kekecewaan di Sukabumi rupanya tak menyurutkan langkah warga Muhammadiyah di tingkat provinsi. Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Barat memastikan bahwa seluruh warganya dari ujung barat hingga timur Jabar akan tetap melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H secara serentak pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana, menegaskan bahwa keyakinan pelaksanaan Salat Idulfitri ini tak bisa ditawar karena merujuk tegak lurus pada Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Ia menjamin seluruh persiapan infrastruktur peribadatan di tingkat daerah kabupaten/kota telah matang, termasuk daftar lokasi pelaksanaan yang sudah disebarluaskan hingga ke ranting terbawah agar jemaah tidak kebingungan.

Load More