- Polres Cianjur menyiapkan jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi untuk mengantisipasi kemacetan arus mudik Lebaran 2026.
- Volume kendaraan pemudik di jalur utama Cianjur meningkat sekitar 25 persen, mayoritas menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah.
- Meskipun terjadi peningkatan, arus utama masih normal, namun tersendat di area pasar seperti Cipanas dan Ciranjang.
SuaraJabar.id - Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersiap menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan terjadi pada H-2 Hari Raya Idul Fitri.
Untuk mengantisipasi kemacetan parah di jalur utama, Polres Cianjur telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk mengarahkan pemudik ke jalur alternatif menuju Sukabumi dan Jonggol.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi menjelaskan bahwa volume kendaraan pemudik yang melintas di jalur utama Cianjur telah mengalami peningkatan sekitar 25 persen.
Peningkatan ini didominasi oleh kendaraan dengan tujuan berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Peningkatan volume kendaraan yang signifikan ini, kata Aang, berpotensi menciptakan antrean panjang di titik-titik rawan macet seperti Jalur Puncak-Cianjur, Jalur Bandung-Cianjur, Jalur Sukabumi-Cianjur, serta jalur selatan.
"Memasuki H-3 Lebaran volume kendaraan pemudik terus meningkat berbaur dengan masyarakat yang hendak mencari keperluan Lebaran di jalur protokol, sehingga di sejumlah titik terlihat antrean kendaraan," katanya, dilansir dari Antara.
Tim pengurai antrean juga ditempatkan di sejumlah titik terutama di dalam kota Cianjur, sedangkan di jalur utama Cianjur meski terjadi peningkatan arus tidak menyebabkan antrean yang cukup berarti.
Arus kendaraan masih dapat melintas normal hanya di sejumlah titik laju kendaraan sedikit tersendat seperti di depan Pasar Cipanas, Tugu Lampu Gentur, Pasar Ciranjang, Pasar Warungkondang dan Pasar Gekbrong.
"Di jalur utama arus kendaraan masih dapat melintas normal hanya di sejumlah titik laju kendaraan tersendat karena banyak kendaraan yang keluar masuk terutama di kawasan pasar dan pusat perbelanjaan," katanya.
Baca Juga: Beda Hari, Kekecewaan Muhammadiyah Sukabumi Usai Izin Salat Id di Lapang Merdeka Tak Dikabulkan
ia meminta pengendara tetap mematuhi aturan lalulintas dan anjuran petugas agar aman dan nyaman selama dalam perjalanan hingga selamat sampai kampung halaman. Lebih baik berhenti ketika lelah di sejumlah tempat peristirahatan yang banyak terdapat di sepanjang jalur mudik.
"Kami mengimbau pengendara jarak jauh dapat beristirahat di rest area yang tersedia termasuk di pos pelayanan yang dibangun di jalur Bandung-Cianjur dan jalur Puncak-Cipanas," katanya.
Berita Terkait
-
Beda Hari, Kekecewaan Muhammadiyah Sukabumi Usai Izin Salat Id di Lapang Merdeka Tak Dikabulkan
-
Awas Modus Grup WA! Polisi Ciduk Belasan Travel Gelap Antar Pemudik ke Pelosok Sukabumi
-
Pecah Rekor H-3! Ribuan Mobil Serbu Tol Bocimi Seksi 3, Waspada "Tsunami" Wisatawan H-1
-
Pemerintah Belum Ketuk Palu, Ratusan Jemaah DKM Abu Bakar Shidiq di Sukabumi Mantap Lebaran Hari Ini
-
Misteri Blok Kupat Bandung: Gang Sempit yang Menyulap Jutaan Janur Menjadi Cuan Jelang Lebaran
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!
-
Web Series Horor Komedi "Penghuni Rumah Warisan", Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G
-
bank bjb dan Perguruan YKTB Bogor Hadirkan Bank Edu YKTB untuk Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
-
KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN
-
Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan