- Pedagang daging sapi di Pasar Kosambi Bandung kembali berjualan pada 20 Mei 2026 setelah melakukan aksi mogok dua hari.
- Aksi mogok dilakukan karena minimnya suplai dari rumah potong serta protes atas kenaikan harga daging sapi impor.
- Saat ini harga daging sapi mencapai Rp130 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram akibat ketergantungan pada impor Australia.
SuaraJabar.id - Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, kembali berjualan. Mereka sebelumya sempat mogok berjualan selama dua hari, 18 dan 19 Mei 2026.
Menurut salah satu pedagang daging sapi, Yana, mogok massal pedagang dikarenakan tidak ada suplai dari rumah potong terutama dari bandar yang selama ini memasok daging.
Selain itu, ada imbauan dari asosiasi pedagang agar tidak dulu berjualan sebagai bentuk protes kenaikan harga sapi impor khususnya yang kian melambung.
"Memang ada arahan untuk tidak berjualan dulu dari sananya. Kita ma kalau emang barangnya ada pasti jualan walaupun pembeli tidak begitu banyak," katanya, Rabu (20/5/2026).
Saat ini, menurut Yana, harga daging bervariasi mulai dari Rp130 ribu per kilogram (kg) hingga Rp180 ribu per kg tergantung daging bagian mana.
Dengan harga tersebut, Yana mengaku bisa menjual daging sapi sebanyak 40 kg setiap harinya.
Namun, yang menjadi persoalan saat ini yakni harga terus naik karena suplai daging sapi menurun. Selain itu, permintaan juga tidak terlalu banyak.
"Kalau sapi ini kan bukan daging utama untuk dikonsumsi. Jadi kalau dianggap malah konsumen cari yang lain kata ayam, ikan," ujarnya.
Menjelang Idul Adha, biasanya memang harga daging sapi mengalami kenaikan, karena suplai yang selama ini dijual ke pasar kemudian harus dijual untuk Idul Adha.
Setelah Idul Adha, Yana berharap ada penurunan harga di tengah kondisi dolar AS yang belum juga mereda. Lantaran, selama ini sapi dari Indonesia didatangkan dari Australia.
Sehingga, sapi impor bisa mengalami kenaikan harga saat nilai tukar rupiah terhadap dolar tertekan.
"Kan banyaknya sapi kita impor. Mudah-mudahan bisa cepet turun lah," ungkapnya.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak
-
Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota
-
Faktor X yang Buat Beckham Putra Cs Tak Dipanggil John Herdman, Masalah Attitude?
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik, Beras Cenderung Stabil
-
Prediksi Skor Eks Menkeu Purbaya Laga Persijap Jepara vs Persib Bandung
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi
-
PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat
-
Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar
-
Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN
-
DPRD Jabar Dorong Satgas Terpadu Karhutla, Respons Daerah Diminta Tak Menunggu Api Membesar