- Warga Kabupaten Bandung Barat menemukan material abu vulkanik menyerupai pasir halus di rumah pada Minggu pagi, 6 September.
- BMKG menyatakan abu vulkanik setinggi 20.000 kaki dari Gunung Anak Krakatau terbawa angin ke wilayah Jawa Barat.
- BMKG mengimbau masyarakat terdampak agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.
SuaraJabar.id - Fenomena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terasa hingga ke Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sejumlah warga terkejut menemukan material menyerupai pasir halus yang mengotori teras rumah dan kendaraan mereka pada Minggu (6/9) pagi.
Salah seorang warga Cihanjuang, Fauzi Beni Ridwan (37), mengaku baru menyadari keberadaan material asing tersebut saat mengecek halaman rumahnya.
"Tadi pagi pas ngecek teras rumah rasanya ngeres gitu, kayak pasir. Beda sama debu biasanya," ujar Fauzi, Minggu (6/9).
Menurut dia, material tersebut menempel di lantai teras dan mobilnya terasa lebih kasar dibandingkan debu yang biasanya terdapat di sekitar rumah.
Fauzi menduga kemunculan material tersebut berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda.
Sementara itu, Observer dan Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Muhamad Iid Mujtahiddin mengatakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teramati mencapai ketinggian sekitar 20.000 kaki dan bergerak menuju sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat.
"Memang untuk abu vulkanik ini teramati pada ketinggian 20 ribu kaki mengarah ke Jakarta, Banten, termasuk Jawa Barat. Jadi, memungkinkan abu vulkanik itu sampai Jawa Barat, termasuk Bandung Raya," kata Iid.
Ia menjelaskan arah pergerakan abu vulkanik dipengaruhi kondisi atmosfer, sehingga material hasil erupsi dapat terbawa angin hingga wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi.
BMKG, kata dia, terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi atmosfer dan arah pergerakan abu vulkanik untuk mengetahui kemungkinan dampaknya terhadap wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Jok Motor Hingga Jemuran Hitam Pekat, Warga Cileungsi Dikejutkan Debu Abu Vulkanik
"Kita terus melakukan monitoring perkembangan dan informasinya akan disampaikan BMKG," katanya.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Gunakan masker untuk menjaga kesehatan," kata Iid.
Masyarakat juga diminta tidak panik dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait mengenai perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. [Antara].
Berita Terkait
-
Jok Motor Hingga Jemuran Hitam Pekat, Warga Cileungsi Dikejutkan Debu Abu Vulkanik
-
Erupsi Anak Krakatau Diduga Picu Dentuman hingga Bandung Raya
-
Persib Bandung 'Terusir' dari Stadion Si Jalak Harupat, Ini Penyebabnya
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Persib Bandung di AFC Champions League Two
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu