Ronald Seger Prabowo
Minggu, 27 September 2026 | 10:11 WIB
Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kota Cirebon periode 2026–2029 resmi dilantik, Sabtu (26/9/2026). [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 22 pengurus DPC GEKRAFS Kota Cirebon periode 2026-2029 resmi dilantik pada Sabtu, 26 September 2026.
  • Organisasi meluncurkan platform Caruban Nagari untuk pendataan serta perluasan pasar produk UMKM lokal secara digital.
  • GEKRAFS menghadirkan program Cirebon Cultural Content Creator Challenge guna membina kreator konten mempromosikan potensi daerah.

SuaraJabar.id - Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kota Cirebon periode 2026–2029 resmi dilantik, Sabtu (26/9/2026).

Sebanyak 22 pengurus resmi dikukuhkan untuk menjalankan organisasi melalui delapan bidang dan empat badan otonom.

Pelantikan tersebut menjadi awal bagi GEKRAFS Kota Cirebon untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku UMKM, kreator, komunitas, hingga pelaku industri kreatif di Kota Cirebon.

Ketua DPC GEKRAFS Kota Cirebon, Syafrul Setia Bakti, mengatakan pihaknya tidak akan langsung menjalankan seluruh subsektor ekonomi kreatif secara bersamaan. Sejumlah program prioritas akan lebih dahulu disiapkan agar dapat memberikan dampak yang lebih terarah bagi masyarakat.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Caruban Nagari.

Platform tersebut dirancang sebagai etalase digital yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Cirebon, tetapi juga menjadi ruang untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal.

“Di dalamnya berisi tentang budaya-budaya Cirebon. Kita akan memperkenalkan kepada publik apa saja yang ada di Kota Cirebon, lalu ada etalase UMKM,” ujar Syafrul.

Melalui platform tersebut, GEKRAFS Kota Cirebon juga menargetkan adanya pendataan UMKM yang lebih terpusat. Hal ini dinilai penting untuk mengetahui sekaligus memetakan potensi pelaku usaha yang ada di Kota Cirebon.

Selain menjadi etalase produk lokal, Caruban Nagari diarahkan untuk membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Produk UMKM tidak hanya diperkenalkan kepada masyarakat Cirebon, tetapi diharapkan dapat menjangkau pasar luar daerah hingga peluang pasar internasional.

Baca Juga: Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Dorong Kreator Lokal Kenalkan Potensi Cirebon

Tak hanya fokus pada UMKM, GEKRAFS Kota Cirebon juga menyiapkan program Cirebon Cultural Content Creator Challenge.

Program ini diarahkan untuk mendorong sekaligus membina kreator konten lokal agar mampu mengemas potensi budaya dan ekonomi kreatif Cirebon menjadi konten yang menarik dan mudah diterima masyarakat luas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi lokal dengan kekuatan media digital. Di tengah perubahan pola masyarakat dalam mendapatkan informasi dan mengenal sebuah produk, kreativitas konten menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan Cirebon secara lebih luas.

Bagi GEKRAFS Kota Cirebon, penguatan ekonomi kreatif tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga bagaimana ide, kreativitas, budaya, teknologi, dan kolaborasi dapat menjadi bagian dari ekosistem yang saling menguatkan.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, GEKRAFS Kota Cirebon membawa semangat untuk membangun jejaring antara pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, kreator, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.

Load More