Ronald Seger Prabowo
Minggu, 27 September 2026 | 15:34 WIB
Analis politik Boni Hargens menilai sinergi antara Polri dan ulama penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kompleksitas tantangan yang dihadapi Indonesia.
Baca 10 detik
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Gus Baha menghadiri Ngaji Kebangsaan di Rembang pada Sabtu, 26 September 2026.
  • Analis politik Boni Hargens menyatakan sinergi Polri dan ulama penting memperkuat persatuan menghadapi tantangan global serta digital.
  • Penguatan kesalehan sosial melalui nilai kemanusiaan dan solidaritas dinilai mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih kondusif.

SuaraJabar.id - Analis politik Boni Hargens menilai sinergi antara Polri dan ulama penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kompleksitas tantangan yang dihadapi Indonesia.

Hal itu disampaikan Boni menyusul kegiatan “Ngaji Kebangsaan” yang dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Di hadapan ratusan personel Polri dan ribuan santri, Listyo Sigit menekankan pentingnya peran ulama dan umara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Boni mengatakan, peran ulama sebagai tokoh agama dan moral dapat melengkapi tugas aparat negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dunia berada dalam tantangan yang kompleks, terutama akibat perang yang mempengaruhi rantai pasok global. Di dalam negeri, kita melihat bermacam kepentingan sedang berkontestasi. Maka, seruan moral Kapolri itu semacam lonceng moral yang membangun seluruh elemen masyarakat dari tidur apatis agar bersama-sama aktif merawat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah pluralisme identitas dan kepentingan,” ujar Boni dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) itu menilai tantangan terhadap persatuan tidak hanya muncul dalam dinamika politik dan ekonomi, tetapi juga di ruang digital.

Menurut Boni, polarisasi opini, penyebaran disinformasi, dan kontestasi kepentingan politik di ruang digital dapat memicu fragmentasi sosial. Karena itu, ia menilai peran tokoh agama diperlukan untuk mendorong masyarakat menghadapi perbedaan secara damai.

Kesalehan Sosial

Boni juga menyoroti pentingnya kesalehan sosial sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Menurut dia, kesalehan sosial tidak sebatas menjalankan ibadah secara pribadi, tetapi juga tercermin dalam sikap kemanusiaan, keadilan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kesalehan sosial bukan sekadar urusan ibadah pribadi, melainkan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas yang hidup dalam interaksi sosial sehari-hari,” tuturnya.

Baca Juga: Respons KPK Soal Polri Serahkan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Febrie ke Tangan Kejaksaan

Ia mengatakan, penguatan nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih kondusif.

Masyarakat, kata dia, dapat memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap provokasi dan memilih penyelesaian secara damai ketika menghadapi perbedaan.

Boni menilai sinergi Polri dan ulama yang ditunjukkan melalui kegiatan “Ngaji Kebangsaan” di Rembang perlu terus diperkuat.

“Persatuan dan kesatuan bukan slogan kosong, melainkan pilihan aktif yang harus diperjuangkan setiap hari oleh setiap warga negara dan semua elemen bangsa,” kata mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA tersebut.

Load More