- Polda Jabar mengerahkan 1.112 personel dalam Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat pada 7 sampai 16 Oktober.
- Operasi ini menetapkan 47 target untuk menindak pelaku lapangan hingga pengendali jaringan peredaran gelap narkotika secara menyeluruh.
- Kepolisian juga memperkuat pengawasan aktivitas ruang digital serta melakukan kegiatan preemtif dan preventif selama operasi berlangsung.
SuaraJabar.id - Polda Jabar mengerahkan 1.112 personel untuk membongkar jaringan peredaran gelap narkotika melalui Operasi Antik Lodaya 2026 yang berlangsung pada 7–16 Oktober.
Sebanyak 47 target operasi (TO) telah ditetapkan, dengan penindakan yang diarahkan tidak hanya kepada pelaku di lapangan, tetapi juga pihak yang mengendalikan jaringan.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, operasi selama 10 hari tersebut difokuskan pada pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, serta zat adiktif ilegal lainnya di wilayah Jawa Barat.
“Operasi ini merupakan bentuk komitmen tegas kami dalam memberantas peredaran gelap narkoba hingga ke akar-akarnya demi menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif di wilayah Jawa Barat,” kata Hendra di Bandung, Minggu (11/10/2026).
Menurut Hendra, Polda Jabar bersama jajaran telah menetapkan 47 target operasi sebagai sasaran utama pengungkapan selama pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2026. Penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dengan dukungan kegiatan preemtif dan preventif.
Sementara itu, Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Jabar Kombes Pol. Benny Subandi menegaskan, pengungkapan kasus narkotika harus dikembangkan untuk menelusuri jaringan secara menyeluruh, mulai dari sumber barang hingga pihak yang mengendalikan distribusi.
“Penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial. Setiap pengungkapan wajib dikembangkan untuk mengetahui siapa pengendalinya, dari mana barang berasal, bagaimana jalur distribusinya, hingga siapa saja yang terlibat dalam jaringan tersebut,” ujar Benny.
Ia mengatakan, pendekatan tersebut diperlukan agar penindakan tidak berhenti pada pelaku di tingkat bawah. Penyidik juga didorong menelusuri asal narkotika, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang berperan dalam mengatur peredarannya.
Selain penindakan di lapangan, Polda Jabar akan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas di ruang digital yang berkaitan dengan peredaran narkotika.
Baca Juga: Pengungkapan 1,3 Ton Ketamine di Natuna, Komisi III Dorong Penerapan TPPU
Melalui Operasi Antik Lodaya 2026, kepolisian menargetkan pengungkapan jaringan peredaran narkotika secara lebih menyeluruh melalui kombinasi penegakan hukum, pencegahan, dan pengawasan, termasuk terhadap aktivitas yang memanfaatkan ruang digital.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Peduli Hadirkan Waste Management Warriors, 500 Relawan Kawal Kebersihan MotoGP Mandalika
-
Dugaan Perundungan Mahasiswa Baru Telkom University, Polisi Tunggu Laporan Korban
-
Polda Jabar Kerahkan 1.112 Personel dalam Operasi Antik Lodaya, Bidik 47 Target Operasi
-
Kebakaran TPA Pasirbajing Tak Kunjung Padam, Pemkab Garut Tetapkan Tanggap Darurat!
-
Brand Finance 2026: BRI Pertahankan Posisi sebagai Merek Paling Bernilai di Indonesia