Ronald Seger Prabowo
Senin, 12 Oktober 2026 | 17:57 WIB
Aksi penyerangan bus Persib U-18 di Rest Area Batang memicu kemarahan tokoh Jakmania dan ancaman jalur hukum. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Anggota DPRD Jabar Zaini Shofari mengecam perusakan bus Persib U-18 di Batang pada 12 Oktober 2026.
  • Polresta Batang bergerak cepat memburu para terduga pelaku penyerangan tersebut hingga ke wilayah Karawang.
  • Zaini meminta aparat menindak tegas pelaku kriminalitas serta mendesak suporter Bobotoh agar tidak melakukan aksi balasan.

SuaraJabar.id - Anggota DPRD Jawa Barat Zaini Shofari mengecam penyerangan dan perusakan bus tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung di Rest Area Batang, Jawa Tengah.

Ia menegaskan, aksi kekerasan hingga dugaan penjarahan tersebut bukan lagi persoalan rivalitas sepak bola, melainkan tindak kriminal yang harus diproses secara hukum.

“Perilaku perusakan dan penjarahan yang terjadi bukan lagi masuk ranah rivalitas, tetapi sudah masuk tindakan kriminalitas. Perlu diusut tuntas sehingga di masa mendatang tidak terjadi lagi. Siapa pun pelakunya,” kata Zaini, Senin (12/10/2026).

Anggota Komisi V DPRD Jabar itu mendesak aparat penegak hukum dan otoritas sepak bola menjatuhkan sanksi tegas untuk memberikan efek jera. Menurutnya, penegakan aturan terhadap suporter tidak boleh terbatas di dalam stadion, tetapi juga harus mencakup tindakan kekerasan di luar arena pertandingan.

Zaini juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Batang yang memburu terduga pelaku hingga ke wilayah Karawang, Jawa Barat.

Ia mengingatkan bahwa rekaman CCTV dan kamera telepon seluler membuat tindakan kekerasan semakin mudah teridentifikasi dan tersebar ke publik.

Di sisi lain, Zaini meminta Bobotoh tetap tenang dan tidak terpancing melakukan aksi balasan.

Ia menilai respons yang dewasa diperlukan agar insiden tersebut tidak memicu konflik antarsuporter yang lebih luas.

“Bobotoh Persib agar tidak melakukan hal demikian dan tidak melakukan balasan,” ujarnya.

Baca Juga: Persib Comeback 3-1 atas Port FC, Igor Tolic Puji Kecerdasan Pemain dan Umuh Sebut Mental Baja

Zaini berharap pengusutan tuntas dan penegakan hukum yang konsisten dapat mencegah terulangnya kekerasan dalam sepak bola, sekaligus menjaga keselamatan pemain, ofisial, dan suporter.

[ANTARA]

Load More