Andi Ahmad S
Senin, 12 Oktober 2026 | 14:47 WIB
Ketua Jakmania mengecam penyerangan bus Persib U18 di Batang dan menyerahkan kasusnya ke polisi. (Threads/r@rizqitavara)
Baca 10 detik
  • Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat mengecam penyerangan bus Persib EPA U-18 di Batang pada Minggu (11/10/2026).
  • Insiden di Rest Area Batang tersebut menyebabkan kekerasan fisik, kerusakan kendaraan, serta dugaan penjarahan barang ofisial.
  • Persib mendesak aparat penegak hukum memproses pelaku serta telah melaporkan kejadian ini kepada PSSI dan I.League.

SuaraJabar.id - Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengecam keras insiden penyerangan terhadap bus rombongan Persib Bandung Elite Pro Academy (EPA) U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026).

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum suporter tersebut tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun.

Menurut Adhitia, insiden itu tidak hanya mengakibatkan personel Persib mengalami kekerasan fisik dan kerusakan bus rombongan, tetapi juga disertai dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial serta perlengkapan pertandingan tim Persib EPA U-18.

"Manajemen Persib sangat menyesalkan terjadinya tindakan kekerasan yang turut mengancam keselamatan para pemain muda Persib EPA U-18," kata Adhitia dalam keterangannya.

Ia menegaskan, para pemain muda yang tengah menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan masa depan di dunia sepak bola berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, serta kesempatan untuk berkembang tanpa ancaman kekerasan.

Adhitia menilai, tindakan yang membahayakan keselamatan pemain, ofisial, maupun personel tim harus ditindaklanjuti secara serius.

Menurutnya, kekerasan fisik, perusakan kendaraan, hingga dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bagian dari rivalitas sepak bola, melainkan tindakan yang harus diproses sesuai hukum.

"Tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang harus diproses melalui jalur hukum," tegasnya.

Manajemen Persib menegaskan bahwa perbedaan dukungan terhadap klub tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan intimidasi, kekerasan, maupun perusakan yang merugikan pihak lain.

Baca Juga: Jelang Tanding di Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Minta Bobotoh Jaga Nama Baik Persib

Atas kejadian tersebut, Persib mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden penyerangan, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, serta menindak tegas pelaku yang terbukti bersalah sesuai ketentuan hukum.

"Kami berharap proses penegakan hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar fakta terungkap serta setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.

Adhitia memastikan, manajemen Persib telah melaporkan insiden tersebut kepada PSSI dan I.League selaku operator kompetisi.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan klub dalam menindaklanjuti kejadian tersebut agar mendapat perhatian dan penanganan sesuai kewenangan serta regulasi yang berlaku.

Manajemen Persib juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kondisi personel yang terdampak sekaligus mengawal proses penanganan insiden.

"Keselamatan seluruh anggota rombongan, termasuk para pemain muda Persib EPA U-18, menjadi perhatian utama kami," ungkapnya.

Load More