- DP3A Kabupaten Sukabumi mendampingi tiga pelajar korban kekerasan seksual yang melibatkan oknum pejabat Dishub.
- Dua korban sudah menjalani asesmen psikolog, sementara satu korban lainnya dijadwalkan ulang karena pemeriksaan kepolisian.
- DP3A memastikan pendidikan ketiga pelajar tetap berlanjut dan mengingatkan instansi penerima PKL agar menjaga keselamatan kerja.
SuaraJabar.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi memastikan pendampingan terhadap tiga pelajar yang diduga menjadi korban kekerasan seksual terus berjalan dalam perkara yang menyeret oknum Sekretaris Dinas Perhubungan atau Dishub Sukabumi berinisial TIP.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi Yeni Dewi Endrayani mengatakan, dua dari tiga pelajar telah menjalani pendampingan psikolog.
“Tiga. Dari Kalapanunggal satu, dari Cibadak dua,” kata Yeni melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Jumat (18/9/2026).
Sementara satu pelajar asal Kalapanunggal belum menjalani asesmen psikolog karena jadwalnya bertepatan dengan pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh kepolisian.
DP3A akan menjadwalkan ulang asesmen tersebut. Adapun hasil pendampingan terhadap dua pelajar lainnya masih menunggu analisis psikolog.
Yeni mengatakan, dari pengamatan awal, salah satu korban terlihat dalam kondisi seperti biasa, sedangkan satu lainnya menunjukkan tanda-tanda syok.
Selain pendampingan psikologis, DP3A memastikan pendidikan ketiga pelajar tetap berjalan. Mereka masih berstatus siswa dan akan kembali ke sekolah setelah menyelesaikan praktik kerja lapangan (PKL).
DP3A juga mengingatkan setiap instansi yang menerima siswa PKL agar memastikan lingkungan kerja yang aman serta memberikan perlindungan kepada pelajar selama menjalani kegiatan.
“Anak-anak yang PKL memang memerlukan perlindungan, karena mereka ke kantor untuk belajar dunia kerja. Kita sebagai pegawai memberikan contoh yang baik,” ujar Yeni.
Baca Juga: Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri
-
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Ini 5 Fakta Kasusnya
-
Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas
-
Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri
-
Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun