Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 18 September 2026 | 13:00 WIB
ilustrasi kekerasan seksual terhadap pelajar. [ema rohimah / suarajogja.id]
Baca 10 detik
  • DP3A Kabupaten Sukabumi mendampingi tiga pelajar korban kekerasan seksual yang melibatkan oknum pejabat Dishub.
  • Dua korban sudah menjalani asesmen psikolog, sementara satu korban lainnya dijadwalkan ulang karena pemeriksaan kepolisian.
  • DP3A memastikan pendidikan ketiga pelajar tetap berlanjut dan mengingatkan instansi penerima PKL agar menjaga keselamatan kerja.

SuaraJabar.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi memastikan pendampingan terhadap tiga pelajar yang diduga menjadi korban kekerasan seksual terus berjalan dalam perkara yang menyeret oknum Sekretaris Dinas Perhubungan atau Dishub Sukabumi berinisial TIP.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi Yeni Dewi Endrayani mengatakan, dua dari tiga pelajar telah menjalani pendampingan psikolog.

“Tiga. Dari Kalapanunggal satu, dari Cibadak dua,” kata Yeni melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Jumat (18/9/2026).

Sementara satu pelajar asal Kalapanunggal belum menjalani asesmen psikolog karena jadwalnya bertepatan dengan pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh kepolisian.

DP3A akan menjadwalkan ulang asesmen tersebut. Adapun hasil pendampingan terhadap dua pelajar lainnya masih menunggu analisis psikolog.

Yeni mengatakan, dari pengamatan awal, salah satu korban terlihat dalam kondisi seperti biasa, sedangkan satu lainnya menunjukkan tanda-tanda syok.

Selain pendampingan psikologis, DP3A memastikan pendidikan ketiga pelajar tetap berjalan. Mereka masih berstatus siswa dan akan kembali ke sekolah setelah menyelesaikan praktik kerja lapangan (PKL).

DP3A juga mengingatkan setiap instansi yang menerima siswa PKL agar memastikan lingkungan kerja yang aman serta memberikan perlindungan kepada pelajar selama menjalani kegiatan.

“Anak-anak yang PKL memang memerlukan perlindungan, karena mereka ke kantor untuk belajar dunia kerja. Kita sebagai pegawai memberikan contoh yang baik,” ujar Yeni.

Baca Juga: Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual

Load More