- Krisis air bersih melanda 27.180 jiwa di Karawang akibat kekeringan sejak Juni hingga September 2026.
- BPBD Karawang bersama berbagai instansi telah mendistribusikan total 1.594.000 liter air bersih ke enam kecamatan.
- Pemerintah Kabupaten Karawang menyiapkan solusi jangka menengah berupa perluasan jaringan pipanisasi dan pelestarian lingkungan jangka panjang.
SuaraJabar.id - Krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terus meluas. Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 27.180 jiwa dari 8.422 keluarga di 24 desa terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.
Kepala BPBD Karawang Usep Supriatna mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan selama sekitar empat bulan terakhir, sejak kekeringan mulai melanda pada Juni 2026.
"Hingga pertengahan September 2026 air yang telah didistribusikan ke daerah terdampak kekeringan sebanyak 1.594.000 liter," kata Usep, Jumat (18/9/2026).
Dari jumlah tersebut, 349.000 liter disalurkan langsung oleh BPBD Karawang, sedangkan 1.245.000 liter lainnya merupakan hasil kolaborasi dengan TNI, Polri, Perumdam, PMI, Baznas, pelaku industri, dan organisasi kemasyarakatan.
Krisis air bersih kini terjadi di enam kecamatan, yakni Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, dan Pakisjaya. Pangkalan dan Tegalwaru menjadi wilayah dengan dampak paling parah karena hampir seluruh desanya terdampak kekeringan.
Untuk mempercepat distribusi, BPBD terus mengerahkan armada pengangkut air sekaligus berkoordinasi dengan pihak swasta untuk menyediakan toren di permukiman warga. Penampungan berkapasitas besar dinilai membuat penyaluran lebih efektif dibanding warga harus mengandalkan galon atau wadah kecil.
Dalam penanganan jangka menengah, Pemkab Karawang menyiapkan perluasan jaringan pipanisasi Perumdam dari wilayah Kalimalang menuju Pangkalan dan Tegalwaru.
Sementara untuk jangka panjang, penanganan diarahkan pada pelestarian lingkungan di wilayah hulu guna menjaga ketersediaan sumber air dan mengurangi risiko krisis air saat musim kemarau.
[ANTARA]
Baca Juga: Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri
-
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Ini 5 Fakta Kasusnya
-
Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas
-
Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri
-
Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun