- Bupati Karawang Aep Syaepuloh menginstruksikan pembersihan cepat ceceran limbah minyak di Pantai Cemarajaya pada Kamis, 27 Agustus 2026.
- Dinas Lingkungan Hidup Karawang berkolaborasi dengan PHE ONWJ untuk membersihkan pencemaran sepanjang 600 hingga 800 meter tersebut.
- Pemerintah daerah mengambil sampel limbah untuk diuji laboratorium dan hasilnya akan keluar dalam empat hingga lima hari.
SuaraJabar.id - Bupati Karawang Aep Syaepuloh menginstruksikan aksi cepat tanggap untuk membersihkan ceceran limbah yang diduga berupa tumpahan minyak mentah di sepanjang bibir Pantai Cemarajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Aep menegaskan bahwa penanganan pencemaran lingkungan harus diprioritaskan ketimbang membuang waktu memperdebatkan siapa pemilik limbah tersebut.
"Proses pembersihan pencemaran lingkungan tidak boleh tertunda hanya karena menunggu kepastian status kepemilikan limbah," ujar Aep dilansir dari Antara, Kamis (27/8/2026).
Ia menyampaikan, aksi pembersihan harus menjadi prioritas, agar dampak pencemaran lingkungan tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas warga di pesisir utara Karawang.
Berdasarkan pendataan awal di lapangan, ceceran limbah hitam diduga tumpahan minyak mentah tersebut mencemari area garis pantai sepanjang 600 hingga 800 meter di wilayah Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang.
"Kondisi pencemaran ini berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu mata pencaharian nelayan setempat jika dibiarkan terlalu lama. Jadi aksi cepat tanggap pembersihan harus dilakukan," kata dia.
Bupati menginstruksikan agar Dinas Lingkungan Hidup Karawang segera melakukan pembersihan, berkolaborasi dengan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang hulu minyak dan gas bumi, yakni PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah meminta klarifikasi kepada PHE ONWJ terkait temuan pencemaran lingkungan tersebut.
Kami menanyakan kepada PHE ONWJ apakah betul limbah yang ada di daerah Cemarajaya itu adalah limbah yang dihasilkan oleh mereka," katanya.
Baca Juga: Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya
Untuk memastikan asal material limbah tersebut, sampel telah diambil dan akan menjalani pemeriksaan laboratorium. Selain sampel yang diambil pemerintah daerah, pihak PHE ONWJ juga disebut telah mengambil sampel untuk dilakukan pengecekan.
Pemeriksaan akan dilakukan melalui laboratorium dan Puslabfor. Hasil pemeriksaan diperkirakan dapat diketahui dalam waktu sekitar empat sampai lima hari.
“Kita tunggu hasilnya dalam beberapa hari ke depan, empat sampai lima hari. Nanti ada dua pembuktian, apakah betul ini yang dihasilkan oleh PHE ONWJ atau bukan," katanya.
Meski asal material limbah masih dalam proses pemeriksaan, bupati meminta agar upaya pembersihan segera dilakukan tanpa harus menunggu hasil laboratorium.
Dinas Lingkungan Hidup Karawang ditunjuk sebagai leading sector untuk mengarahkan alur pembuangan dan pengelolaan limbah yang terkumpul.
Sementara itu, material berwarna hitam kecoklatan berbentuk butiran diduga ceceran minyak mentah awalnya ditemukan oleh nelayan di sepanjang bibir Pantai Cemarajaya Karawang pada Selasa (25/8).
Berita Terkait
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya
-
Tawuran Berdarah di Klari Karawang: Pergelangan Tangan Pelajar Putus Ditebas Senjata Tajam
-
Bupati Tegaskan Karawang Anti Gay, Dedi Mulyadi Dorong Tindakan Nyata di Lapangan
-
Sikapi Pesta LGBT Karawang, Dedi Mulyadi Gagas Pembinaan di Barak Militer
-
Viral Pesta Gay di Karawang, Polda Jabar Tetapkan 3 Tersangka Terkait Video Cabul
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Potensi Rp104,43 Triliun Disorot, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga: 481 Siswa Mengeluh Sakit
-
Pengembang Properti Perkuat Konsep Kawasan Terpadu, Ini Strateginya
-
Jaro Ade : 417 Siswa SMP di Dramaga dan Petir Diduga Keracunan MBG