- Tawuran antarkelompok remaja terjadi di Jalan Raya Pancawati Karawang pada Senin malam tanggal 20 Juli.
- Seorang pelajar asal Klari mengalami luka berat berupa pergelangan tangan putus akibat sabetan senjata tajam.
- Polsek Klari bersama Polres Karawang menyelidiki kejadian tersebut dan memburu para pelaku yang terlibat bentrokan.
SuaraJabar.id - Aksi kekerasan jalanan antarkelompok remaja kembali memakan korban jiwa dan raga. Sebuah bentrokan berdarah pecah di Jalan Raya Pancawati, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Senin (20/7) malam. Insiden mengerikan tersebut mengakibatkan seorang remaja harus kehilangan tangannya akibat sabetan senjata tajam.
Merespons kejadian tersebut, jajaran Polsek Klari bersama tim Pamapta dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Karawang langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi saat ini tengah mengumpulkan bukti serta memeriksa sejumlah saksi guna memburu para pelaku yang terlibat.
Kasie Humas Polres Karawang, IPDA Cep Wildan, membenarkan kejadian berdarah itu. Dari hasil penyelidikan awal, korban diketahui mendatangi lokasi bersama kelompoknya yang diduga berniat melakukan aksi tawuran dengan kelompok lawan.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, korban tiba ke lokasi bersama beberapa rekannya yang diduga hendak melakukan aksi tawuran dengan kelompok lain," katanya, dilansir dari Antara, Rabu (22/7/2026).
Saat terjadi bentrokan, korban mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam pada bagian pergelangan tangan kanan.
"Korban diketahui seorang pelajar asal Kecamatan Klari," katanya.
Setelah mengalami luka serius, korban langsung dievakuasi oleh rekannya ke Rumah Sakit Fikri untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, warga di sekitar lokasi menemukan bagian pergelangan tangan korban yang terputus di badan jalan dan segera mengamankannya sebelum diserahkan kepada pihak rumah sakit untuk kepentingan penanganan medis.
Hingga saat ini identitas para pelaku dari kelompok lain yang terlibat masih dalam proses penyelidikan.
Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Karawang untuk mendalami peristiwa tersebut.
Baca Juga: Daftar Identitas 12 Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Indramayu
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Tawuran tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun luka berat," katanya.
Berita Terkait
-
Daftar Identitas 12 Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Indramayu
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia
-
Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Jalur Pantura Lohbener, 3 Nyawa Melayang
-
Bupati Tegaskan Karawang Anti Gay, Dedi Mulyadi Dorong Tindakan Nyata di Lapangan
-
Sikapi Pesta LGBT Karawang, Dedi Mulyadi Gagas Pembinaan di Barak Militer
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September