Andi Ahmad S
Selasa, 09 Juni 2026 | 22:50 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (ANTARA/Ricky Prayoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi viralnya pesta LGBT di tempat hiburan malam Kabupaten Karawang, Selasa (9/6/2026).
  • Pemerintah menelusuri identitas pelaku untuk melakukan pembinaan sosial, psikologis, dan kuratif sesuai dengan status serta usia mereka.
  • Dedi Mulyadi mewacanakan penggunaan barak militer sebagai fasilitas pembinaan disiplin untuk menangani perilaku menyimpang kaum gay di wilayah tersebut.

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan atensi serius terhadap insiden dugaan pesta kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang terjadi di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Karawang.

KDM mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tidak hanya mengeluarkan pernyataan sikap, tetapi segera melakukan tindakan nyata di lapangan.

Kasus ini mencuat setelah rekaman video aksi tidak senonoh sesama jenis di lokasi hiburan tersebut viral di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi ini menekankan pentingnya respons wilayah yang tegas. Ia mengapresiasi pernyataan Bupati Karawang yang menyebut tidak ada tempat bagi kaum gay di wilayahnya, namun ia menanti implementasi dari narasi tersebut.

“Dari sisi aspek wilayah, Bupati sudah menyampaikan katanya tidak ada tempat bagi kaum gay di Karawang. Tinggal Bupati dan seluruh jajaran melakukan tindakan yang lebih nyata," ujar Dedi Mulyadi, Selasa (9/6/2026).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berencana menelusuri identitas orang-orang yang terekam dalam video tersebut.

Menurut KDM, pola pembinaan akan sangat bergantung pada status sosial dan usia para pelaku.

"Kalau itu adalah siswa (pelajar), maka kami wajib memperbaiki. Kalau itu masyarakat umum, ya mungkin juga saya harus memperbaiki secara sosial," ungkap mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut.

Salah satu poin krusial yang dilontarkan KDM adalah pendekatannya yang bersifat kuratif atau penyembuhan perilaku.

Baca Juga: Viral Pesta Gay di Karawang, Polda Jabar Tetapkan 3 Tersangka Terkait Video Cabul

Ia menyebut akan menggandeng lembaga-lembaga sosial dan psikologi yang dinilai kompeten dalam menangani penyimpangan perilaku.

“Nanti kami cari lembaga siapa yang bisa menyembuhkan kaum gay," tegas KDM.

Tidak hanya itu, Gubernur yang dikenal dengan pendekatan disiplinnya ini juga mewacanakan pelibatan fasilitas negara yang lebih ketat, yakni barak militer.

Pola ini sebelumnya sukses diterapkan oleh Pemprov Jabar dalam membina pelajar yang terlibat tawuran atau tindakan nakal lainnya.

"Ya, mudah-mudahan barak militer bisa menyelesaikan (permasalahan) gay," pungkasnya.

Kontributor : Rahman

Load More