Andi Ahmad S
Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Baca 10 detik
  • Lembaga Survei Indonesia mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencapai 95,4 persen pada Juli 2026.
  • Survei yang melibatkan 800 responden di 27 kabupaten dan kota tersebut menunjukkan angka ketidakpuasan warga hanya sebesar 3,8 persen.
  • Tingginya kepuasan warga didorong oleh apresiasi terhadap infrastruktur dan pemerintahan, meski pengenalan program pendidikan masih di bawah 50 persen.

SuaraJabar.id - Kepemimpinan Dedi Mulyadi (KDM) sebagai Gubernur Jawa Barat mengukir pencapaian spektakuler. Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja KDM menembus angka fantastis, yakni 95,4 persen.

Menariknya, rekor kepuasan yang hampir sempurna ini diraih di tengah fakta bahwa tingkat pengenalan masyarakat terhadap program-program unggulan Pemprov Jabar—seperti di bidang pendidikan—masih tergolong rendah, yakni di bawah 50 persen.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, memaparkan bahwa mayoritas warga Jawa Barat memberikan penilaian sangat positif terhadap sang Gubernur.

"Rinciannya, sebanyak 39,3 persen responden mengaku sangat puas dan 56,1 persen menyatakan cukup puas," ungkap Djayadi saat memaparkan hasil survei, dilansir dari Antara.

Berdasarkan hasil rilis survei evaluasi kinerja Pemprov Jabar, dominasi persepsi positif warga ditopang oleh apresiasi tinggi pada pembangunan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang dinilai responsif.

Djayadi menyimpulkan bahwa tingkat ketidakpuasan publik secara keseluruhan berada pada angka yang sangat marjinal, yakni hanya 3,8 persen.

Menurut dia, tingginya angka kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan KDM itu dipicu oleh tiga faktor utama, yakni penilaian positif pada penyelenggaraan pemerintahan (60,2 persen menilai baik), persepsi kondisi ekonomi yang cenderung stabil/moderat (44,3 persen), serta kinerja layanan publik dasar di lapangan.

"Aspek dengan apresiasi tertinggi adalah pembangunan infrastruktur dan layanan dasar, sedangkan sektor ekonomi masih menjadi tantangan utama pemerintah, meskipun lebih dari separuh responden tetap menyatakan puas terhadap kinerjanya," ujar Djayadi.

Dia menjelaskan ada hal menarik dalam survei itu yaitu LSI memotret adanya celah komunikasi publik terkait deretan program strategis pendidikan seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), hingga Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang mayoritas didukung penuh oleh warga yang tahu, tetapi belum banyak dikenali secara merata.

Baca Juga: Lumpuhkan Begal Hidup-hidup, Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah Rp5 Juta Hingga Rp50 Juta

"Namun, tingkat pengenalan atau awareness masyarakat terhadap berbagai program itu masih tergolong rendah, yakni belum mencapai 50 persen," ucapnya.

Survei LSI ini dilaksanakan pada periode 2-9 Juli 2026 di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat menggunakan metode multistage random sampling yang melibatkan 800 responden terdistribusi secara proporsional.

Load More