SuaraJabar.id - TP Jazz Management bersama Kota Baru Parahyangan sukses menyelenggarakan TP Jazz Universe: Greatest Movie Soundtrack pada Jumat, 4 September 2026, di Mason Grand Ballroom, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan. Sebagai bagian dari rangkaian Road to The Papandayan Jazz Fest 2026, konser ini berhasil menghadirkan pengalaman musikal yang memadukan soundtrack film-film ikonik dengan sentuhan jazz dalam sebuah pertunjukan yang mendapat sambutan hangat dari ratusan penonton yang hadir.
Malam dibuka dengan penampilan To The Band, pemenang The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC) 2022, yang membuka konser dengan energi segar sebelum panggung utama diambil alih oleh maestro jazz Indonesia, Dwiki Dharmawan. Suasana semakin megah melalui sajian multimedia dan special lighting show yang memukau. Tata cahaya yang dinamis berpadu dengan visual sinematik, membawa ballroom ke dalam nuansa dunia perfilman dan menjadi pembuka yang spektakuler sebelum para musisi tampil di atas panggung.
Konser dibuka dengan energi kuat dari Dirly Dave melalui Go The Distance dari film Hercules dan Can You Feel The Love Tonight. Karakter vokalnya yang bertenaga langsung menghidupkan suasana dan mengajak penonton bernostalgia dengan soundtrack-soundtrack yang telah melekat dalam memori lintas generasi. Momen semakin istimewa ketika Dirly berduet dengan Dira Sugandi membawakan (I've Had) The Time of My Life dari film Dirty Dancing, salah satu penampilan yang mendapat respons meriah dari para penonton.
Dira Sugandi kemudian mengambil alih panggung dengan penampilan yang penuh penghayatan. Melalui I Will Always Love You dari film The Bodyguard, Dira berhasil menghadirkan emosi yang kuat dan menyentuh hati penonton. Kekuatan vokal, interpretasi yang matang, serta chemistry yang terbangun dengan iringan musik Dwiki Dharmawan membuat lagu tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang malam.
Nuansa kemudian berubah ketika Sandhy Sondoro tampil membawakan Eye of The Tiger dan Glory of Love. Dengan warna suara khasnya yang hangat dan berkarakter, Sandhy memberikan dimensi baru pada lagu-lagu soundtrack legendaris tersebut. Setiap lagu dibawakan dengan gaya yang personal namun tetap menghormati karakter aslinya, menghasilkan interpretasi yang segar dan autentik.
Salah satu sorotan utama malam itu hadir melalui kolaborasi Sandhy Sondoro dan Rimar Callista saat membawakan A Whole New World dari film Aladdin. Duet keduanya menghadirkan harmoni yang indah dan menjadi salah satu penampilan yang paling banyak mendapat apresiasi dari penonton. Setelah itu, Rimar melanjutkan penampilannya dengan When You Wish Upon A Star sebelum membawa penonton ke segmen yang sangat dekat dengan memori masyarakat Indonesia.
Dalam sebuah momen spesial, Rimar menghadirkan medley soundtrack film Indonesia yang terdiri dari Hanya Untukmu, Semusim, Galih dan Ratna, hingga Ayat-Ayat Cinta. Segmen ini menjadi salah satu bagian paling emosional dalam konser, mengingatkan penonton pada berbagai film Indonesia yang pernah mewarnai perjalanan hidup mereka. Rimar kemudian melanjutkan penampilannya dengan Cinta Sejati dari film Habibie & Ainun, yang semakin memperkuat nuansa nostalgia malam itu.
Energi konser kembali meningkat saat Dirly Dave kembali ke atas panggung membawakan I Don't Want To Miss A Thing dari film Armageddon. Dengan penampilan yang penuh tenaga dan ekspresi, Dirly berhasil menghidupkan salah satu soundtrack paling populer sepanjang masa. Penonton terlihat larut dalam setiap bait lagu, menjadikan penampilan tersebut sebagai salah satu puncak energi dalam keseluruhan pertunjukan.
Memasuki bagian akhir konser, Dira Sugandi kembali memukau melalui How Far I'll Go dari film Moana dan My Heart Will Go On dari film Titanic. Penampilan tersebut menjadi penutup yang sempurna sebelum seluruh penyanyi kembali ke atas panggung untuk membawakan This Is Me dari film The Greatest Showman. Lagu tersebut menjadi simbol semangat kolaborasi yang mewarnai keseluruhan pertunjukan sekaligus mengundang tepuk tangan panjang dari seluruh penonton yang hadir.
Baca Juga: The Papandayan Jazz Fest 2026 Umumkan Phase 1 Line-Up dan Program Ticketing Terbaru
Lebih dari sekadar konser, TP Jazz Universe: Greatest Movie Soundtrack menjadi representasi kolaborasi antara TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan yang dibangun atas semangat Community Based Development. Melalui musik, kedua institusi menghadirkan ruang pertemuan bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman budaya yang berkualitas sekaligus memperkuat hubungan antar komunitas.
Founder TP Jazz Management, Bobby Renaldi, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas suksesnya penyelenggaraan konser tersebut.
“The Greatest Movie Soundtrack adalah konsep baru bagi TP Jazz, dan melihat sambutan yang begitu positif dari penonton membuat kami sangat bersyukur. Mulai dari kualitas venue, pelayanan, hingga keseluruhan pengalaman yang tercipta malam ini berjalan dengan sangat baik. Bagi kami, ini menjadi bukti bahwa musik selalu memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menghadirkan pengalaman yang berkesan.” ujar Bobby Renaldi.
Sementara itu, Ryan Brasali, Direktur PT Belaputera Intiland selaku pengembang Kota Baru Parahyangan, menilai kolaborasi ini membuka peluang yang lebih besar untuk menghadirkan berbagai program seni dan budaya di masa mendatang.
"Komunitas selalu menjadi fondasi utama Kota Baru Parahyangan. Karena itu kami percaya bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun kehidupan yang dinamis dan bermakna bagi masyarakat. Melihat antusiasme yang hadir malam ini, kami optimistis kolaborasi dengan TP Jazz Management tidak berhenti pada satu acara, tetapi dapat terus berkembang melalui berbagai gagasan dan program baru di masa mendatang", ungkap Ryan Brasali.
Kesuksesan kolaborasi antara TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan akan berlanjut pada puncak penyelenggaraan The Papandayan Jazz Fest 2026 yang akan berlangsung pada 3–4 Oktober 2026. Melalui kemitraan ini, salah satu panggung utama festival yang berlokasi di Suagi Grand Ballroom akan hadir dengan nama “Kota Baru Parahyangan Stage”, sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung perkembangan seni, budaya, dan komunitas kreatif.
Berita Terkait
-
The Papandayan Jazz Fest 2026 Umumkan Phase 1 Line-Up dan Program Ticketing Terbaru
-
TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan Hadirkan Ruang Baru bagi Musik, Budaya, dan Komunitas
-
Menembus Kepulauan Talaud, Mantri BRI Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM hingga Pelosok
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Dua Dekade Bangun Usaha Gula Merah, Rosidah Sukses Kembangkan UMKM Sumenep Berkat KUR BRI
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
6 Fakta Warga Bogor 'Panic Buying' Masker Imbas Erupsi Krakatau: Stok Apotek Ludes
-
Pre-Event The Papandayan Jazz Fest 2026 Sukses Digelar di Kota Baru Parahyangan
-
Lewati Turunan dan Belokan, Truk Sembako Terguling di Hutan Cipeucang Sukabumi
-
Snoopy Run Indonesia 2026, Momen Berkumpul Keluarga hingga Komunitas Pecinta Anabul
-
Si Mago Merah Amuk Kasepuhan Sinar Resmi Cisolok, 5 Rumah dan MCK Ludes Terbakar