- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan bahwa durasi penggunaan gawai berlebih memicu penyakit kronis pada anak-anak.
- Kurangnya aktivitas fisik akibat kecanduan gawai menyebabkan kegagalan konversi nutrisi menjadi energi serta meningkatkan agresivitas anak.
- Pemprov Jawa Barat merumuskan regulasi pemenuhan nutrisi ibu hamil dan membatasi penggunaan gawai demi kualitas hidup warga.
SuaraJabar.id - Tren anak-anak yang dibiarkan menatap layar gawai terlalu lama kini bukan lagi sekadar masalah kecanduan biasa, melainkan ancaman kesehatan yang mematikan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan peringatan keras kepada para orang tua bahwa kebiasaan ini tengah memicu lonjakan penyakit kronis orang dewasa seperti gagal ginjal dan diabetes pada usia dini.
Pria yang akrab disapa KDM ini menilai fenomena memilukan tersebut berakar dari tingginya radiasi screen time yang membuat fisik anak-anak kurang bergerak aktif.
Akibatnya, seluruh nutrisi dan gizi yang masuk ke dalam tubuh menumpuk dan gagal dikonversi menjadi energi.
"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," ujar Dedi Mulyadi, dilansir dari Antara, Sabtu (18/7/2026).
Dedi menjelaskan selain merusak organ dalam tubuh dan memicu penyakit degeneratif sejak dini, kurangnya aktivitas fisik akibat kecanduan gawai secara psikologis juga membuat tingkat emosi dan agresivitas anak menjadi sangat tinggi.
Merespons ancaman tersebut, Pemprov Jabar mendesak para orang tua untuk membatasi durasi gawai, memperbanyak aktivitas luar ruang yang melatih motorik anak, serta memperketat pengawasan asupan konsumsi harian agar terhindar dari makanan dan minuman instan yang tinggi kadar gula.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa negara harus hadir menjamin kualitas hidup warganya sejak dalam kandungan. Untuk itu, Pemprov Jabar kini tengah mematangkan regulasi revolusioner terkait intervensi pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil di Jawa Barat.
"Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara," ucap Dedi.
Baca Juga: Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS
Ia menambahkan, jaminan pemenuhan aspek material manusia mulai dari ketersediaan pangan bergizi, air minum berkualitas, hingga hak menghirup udara bersih merupakan kewajiban konstitusional yang akan terus dikawal secara berkala oleh pemerintah daerah.
"Seluruhnya negara harus bertanggungjawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu," ucapnya menambahkan.
Berita Terkait
-
Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS
-
Tumbang di Balai Kota Saat Bertugas, Wali Kota Bandung Masih Dipantau Ketat Tim Dokter
-
57 Persen Galon Guna Ulang Melampaui Batas Pakai, DPR: Masyarakat Jangan Dibodohi Soal Bahaya BPA
-
Cegah Kelumpuhan Permanen, Metode Intervensi Vaskular Jadi Titik Terang Pengobatan Stroke
-
Luka Parah hingga ke Kaki, Pemulihan Korban Penyekapan Taufik Hidayat Butuh Waktu Setahun
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan