- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta wacana reaktivasi SPP SMA dan SMK negeri dikaji mendalam pada Juli 2026.
- Pemprov Jawa Barat memprioritaskan optimalisasi pengelolaan dana BOS agar seluruh sekolah memiliki lingkungan dan fasilitas berkualitas.
- Dedi Mulyadi menegaskan pemenuhan kekurangan fasilitas sekolah akan ditanggung Pemprov tanpa perlu membuka kembali biaya SPP.
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan mengenai wacana reaktivasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA dan SMK negeri.
Dedi mengatakan, wacana reaktivasi SPP di SMA dan SMK negeri, harus dikaji secara mendalam sebelum benar-benar diterapkan.
Menurutnya, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar lebih memprioritaskan pembenahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh setiap sekolah.
"Oh iya itu gini, kan kita harus melakukan pengkajian secara mendalam. Nanti kalau Gubernur mengaktifkan SPP, nanti opininya beda lagi, Gubernur tidak memprioritaskan pendidikan," kata Dedi, Rabu (15/7/2026).
KDM sapaan akrabnya mengatakan, hasil dari kunjungannya ke sejumlah sekolah, pengelolaan dana BOS menjadi faktor yang menentukan kualitas lingkungan sekolah.
Kondisi sekolah yang mampu memanfaatkan dana BOS secara efektif, menurutnya tetap memiliki fasilitas yang tertata dan berkualitas.
"Dana BOS itu saya kan sudah mengunjungi setiap sekolah. Sekolah ini pakai dana BOS, sekolahnya berantakan. SMA 1 Depok itu pakai dana BOS, sekolahnya rapi. Saya nanya ke kepala sekolah, 'Kok sekolah Bapak bisa rapi?' 'Ya kami mengelola ini dengan baik'," ungkapnya.
Fokus utama Pemprov Jabar saat ini menurut Dedi adalah memastikan seluruh sekolah mampu mengelola dana BOS secara maksimal.
"Jadi tahap pertama sekarang, saya ingin berfokus sekolah itu mengelola dana BOS dulu dengan baik," tegasnya.
Baca Juga: Luka Parah hingga ke Kaki, Pemulihan Korban Penyekapan Taufik Hidayat Butuh Waktu Setahun
Dedi tak menampik masih terdapat berbagai kebutuhan fasilitas di sekolah yang belum terpenuhi. Meski demikian, hal itu akan menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar dan biaya operasional sekolah tetap dipenuhi melalui dana BOS.
"Nanti ada kekurangan-kekurangan apa. Biasanya kekurangannya fasilitas, sekolahnya kurang toilet, sekolahnya kurang ruang kelas, sekolahnya kurang pendingin ruangan, sekolahnya kurang sarana ibadah, sekolahnya kurang pagar," katanya.
"Nah itu kita penuhi oleh provinsi. Tapi operasional sekolah itu dipenuhi dulu oleh BOS. Jangan dulu membuka SPP," jelasnya.
Dedi menegaskan tetap menghormati pandangan DPRD Jawa Barat terkait wacana reaktivasi SPP. Namun, tetap harus mempertimbangkan dampak yang lebih luas sebelum mengambil kebijakan.
"Saya menghormati usulan itu tetapi juga saya mempertimbangkan aspek publik. Nanti polemik lagi," pungkasnya.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Luka Parah hingga ke Kaki, Pemulihan Korban Penyekapan Taufik Hidayat Butuh Waktu Setahun
-
Dedi Mulyadi: Buron Taufik Hidayat Datangi Gedung Pakuan Jam 4 Pagi Pakai Helm dan Masker
-
6 Fakta Hadiah Sayembara Rp250 Juta Kasus YTR Diserahkan ke Keluarga
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan