- Pemprov Jabar mengintegrasikan 13 SMK Maung dengan puluhan perusahaan guna meningkatkan kualitas lulusan agar relevan dengan kebutuhan industri.
- Program ini bertujuan mengatasi pengangguran dan mempersiapkan generasi muda Jawa Barat menghadapi puncak bonus demografi Indonesia tahun 2045.
- Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan kolaborasi ini penting untuk meningkatkan kompetensi SDM agar terhindar dari jebakan kelas menengah.
SuaraJabar.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengambil langkah revolusioner untuk menekan angka pengangguran di tingkat lulusan pendidikan vokasi.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis, sebanyak 13 Sekolah Manusia Unggul (SMK Maung) resmi terintegrasi dengan puluhan pelaku usaha guna mencetak lulusan yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan pasar global.
Langkah "mengawinkan" dunia pendidikan dengan sektor industri ini diproyeksikan menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan menyongsong puncak bonus demografi Indonesia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia tidak ingin pemuda Jawa Barat hanya menjadi penonton di tengah kemajuan industri.
"Anak-anak kita nanti pada 2045 harus menjadi future leader, menjadi para pemimpin masa depan, bukan sebaliknya menjadi beban masa depan," ujar Herman Suryatman dilansir dari Antara, Kamis (16/7/2026).
Herman menegaskan apabila bonus demografi ini tidak dikelola secara serius lewat skema kesesuaian keahlian (link and match), Jabar dikhawatirkan akan terjebak dalam jebakan kelas menengah (middle income trap). Oleh karena itu, kolaborasi erat dengan dunia usaha mutlak diperlukan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto merinci bahwa kemitraan ini melibatkan 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maung yang memiliki 99 konsentrasi keahlian dengan 26 perwakilan korporasi. Beberapa di antaranya adalah PT Solu Filantropi Teknologi, PT Usaha Adi Sanggoro, Hotel Novotel Bogor, hingga PT Sepa Coklat Indonesia.
Purwanto menilai potensi penguatan kompetensi siswa di Jabar sebetulnya sangat melimpah, mengingat wilayah ini memiliki ribuan korporasi yang siap menjadi ruang praktik nyata bagi para siswa.
"Industri bisa jadi living lab anak-anak, sehingga mereka tahu keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri," ucap Purwanto.
Baca Juga: Menteri Wihaji: Membangun Manusia Tak Seperti Bikin Jalan, Hasilnya Baru Terlihat Jangka Panjang
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jabar, saat ini terdapat 1.123 industri potensial di Jawa Barat yang dapat dioptimalkan dukungannya demi mendongkrak standar mutu kelulusan SMK di tingkat regional maupun nasional.
Berita Terkait
-
Menteri Wihaji: Membangun Manusia Tak Seperti Bikin Jalan, Hasilnya Baru Terlihat Jangka Panjang
-
Respons KPK Soal Polri Serahkan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Febrie ke Tangan Kejaksaan
-
Siapa Pemilik Asli Rumah Mewah Parahyangan Golf? Petugas Keamanan Bongkar Fakta Mengejutkan
-
Cegah Kelumpuhan Permanen, Metode Intervensi Vaskular Jadi Titik Terang Pengobatan Stroke
-
Tujuh Koper Isi Tumpukan Emas Hingga Foto Disita dari Rumah Mewah di Sentul Bogor
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu
-
Jokowi Dijadwalkan Hadiri Khitanan Anak KH Ujang Busthomi, Warga Cirebon Antusias Menanti
-
PFI, PWI dan IJTI Bogor Bersatu, Kirim Doa bagi 5 Jurnalis dan Crew Kapal di Selat Sunda