- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyusun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan bersama 15 pemerintah daerah di Kabupaten Bogor.
- Penyusunan peta jalan tersebut bertujuan memaksimalkan potensi bonus demografi serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia melalui kebijakan berbasis data.
- Implementasi program mencakup peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi guna mewujudkan target Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.
SuaraJabar.id - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga resmi menggelar forum strategis bersama 15 pemerintah kabupaten/kota pilihan guna menyusun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).
Acara yang berlangsung selama lima hari ini dipusatkan di HARRIS Hotel & Convention Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menegaskan bahwa PJPK merupakan instrumen krusial bagi pemerintah daerah dalam mengelola tantangan demografi serta memaksimalkan potensi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Didampingi jajaran Sesmen dan Deputi, Menteri Wihaji menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki profil kependudukan yang unik.
Oleh karena itu, diperlukan desain kebijakan yang spesifik dan berbasis data agar pembangunan tepat sasaran.
"Peta jalannya ini menjadi acuan. Misalnya jumlah penduduk sekian, maka yang harus dikerjakan adalah program A, B, dan C. Tujuannya agar pemerintah daerah semakin baik dalam mendesain kotanya untuk mengkapitalisasi bonus demografi kita," ujar Wihaji di Bogor, Senin (13/6/2026).
Target utama dari implementasi PJPK ini adalah kenaikan drastis pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencakup tiga indikator utama:
- Pendidikan: Meningkatkan rata-rata lama sekolah.
- Kesehatan: Memperpanjang angka harapan hidup masyarakat.
- Ekonomi: Meningkatkan pendapatan per kapita warga secara berkelanjutan.
Pemilihan 15 kabupaten/kota sebagai langkah awal didasarkan pada rekomendasi Kemenpan RB. Ke-15 daerah ini dianggap telah memenuhi sebagian besar dari 30 indikator prioritas pembangunan keluarga.
"Kebetulan saya pernah menjadi kepala daerah, jadi saya paham betul pentingnya MPP. Pelayanan kependudukan, mulai dari syarat-syarat administratif hingga kesehatan, akan bersinergi di titik Mall Pelayanan Publik tersebut," tambah Wihaji.
Baca Juga: Respons KPK Soal Polri Serahkan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Febrie ke Tangan Kejaksaan
Dalam perumusan peta jalan ini, kementerian memberikan perhatian khusus pada variabel demografi teknis, seperti:
- Total Fertility Rate (TFR): Menjaga angka kelahiran ideal di kisaran 2,1 (rata-rata 2 anak per keluarga).
- Angka Kematian Ibu dan Anak: Menekan angka kematian seminimal mungkin melalui layanan kesehatan reproduksi yang merata.
- Indeks Pembangunan Keluarga (Ibang): Mewujudkan keluarga berkualitas sebagai unit terkecil pembangunan bangsa.
Wihaji mengakui bahwa tantangan terbesar kementeriannya adalah memberikan pemahaman bahwa hasil dari pembangunan kependudukan tidak terlihat secara instan.
“Berbeda dengan kementerian lain yang membangun jalan atau rumah sakit yang fisiknya langsung terlihat, kami membangun manusia. Kualitas manusia baru akan terlihat dalam jangka menengah dan panjang,” jelasnya.
Guna mendukung langkah ini, Kementerian Kependudukan telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Keuangan terkait dukungan anggaran, serta Kemendagri untuk skema pemberian insentif bagi daerah yang berhasil mencapai indikator PJPK.
Berita Terkait
-
Respons KPK Soal Polri Serahkan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Febrie ke Tangan Kejaksaan
-
Siapa Pemilik Asli Rumah Mewah Parahyangan Golf? Petugas Keamanan Bongkar Fakta Mengejutkan
-
Cegah Kelumpuhan Permanen, Metode Intervensi Vaskular Jadi Titik Terang Pengobatan Stroke
-
Tujuh Koper Isi Tumpukan Emas Hingga Foto Disita dari Rumah Mewah di Sentul Bogor
-
Kenapa Ririn Rifanto Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Bisa Lolos dari Eksekusi?
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Menteri Wihaji: Membangun Manusia Tak Seperti Bikin Jalan, Hasilnya Baru Terlihat Jangka Panjang
-
Ungkapan Bangga Para Ayah di Bandung Saat Antar Buah Hati Masuk Sekolah: Waktu Cepat Berlalu
-
Kawal Ketat MPLS 5 Hari, Wali Kota Bandung Farhan Jamin Bebas dari Aksi Kekerasan
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia
-
Infrastruktur Lumpuh Total, Anggaran Fisik Sejumlah Desa di Sukabumi ZONK Tergerus KDKMP