- Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 untuk mendirikan Koperasi Desa di seluruh Indonesia.
- Kebijakan ini menyebabkan penurunan drastis Dana Desa di Kabupaten Sukabumi, menghentikan pembangunan infrastruktur dan bantuan sosial.
- Tiga belas kepala desa di Sukabumi mengusulkan kenaikan porsi bonus produksi panas bumi untuk mengatasi krisis anggaran.
SuaraJabar.id - Kebijakan strategis nasional terkait pengalihan sebagian Dana Desa (DD) untuk mendukung pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memicu guncangan fiskal di tingkat akar rumput.
Di Kabupaten Sukabumi, sejumlah desa melaporkan penurunan anggaran yang sangat signifikan, mengakibatkan terhentinya proyek infrastruktur hingga pemangkasan bantuan sosial bagi warga miskin.
Langkah ini merupakan implementasi dari Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mendirikan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Namun, bagi pengelola desa, mandat ini dirasakan sebagai beban berat yang mengancam stabilitas ekonomi lokal.
Di Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, penyusutan anggaran mencapai angka yang mengkhawatirkan. Kepala Desa Sukalarang, Ece Suryadi, mengungkapkan bahwa porsi Dana Desa yang diterima tahun 2026 merosot tajam.
“Dana Desa kami pada 2026 turun jauh. Jika biasanya kami mengelola sekitar Rp1,2 miliar per tahun, sekarang hanya tersisa Rp374 juta,” ujar Ece dalam wawancara mendalam, dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Minggu (12/7/2026).
Penyusutan ini berdampak langsung pada program perlindungan sosial. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang sebelumnya menyasar 62 keluarga penerima manfaat (KPM) kini harus dikurangi menjadi hanya 30 orang. Tak hanya jumlah penerima, nilai bantuannya pun dipangkas dari Rp300 ribu menjadi Rp200 ribu per bulan.
Kondisi serupa dialami oleh desa-desa di Kecamatan Kalapanunggal dan Kabandungan. Di Desa Palasari Girang, anggaran DD yang semula Rp1,03 miliar kini hanya tersisa Rp330 juta. Dana yang terbatas itu habis terserap untuk pos rutin seperti insentif RT/RW dan kader Posyandu, menyisakan nol rupiah untuk pembangunan fisik.
Merespons kelumpuhan anggaran ini, 13 Kepala Desa yang berada di wilayah lingkar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak mengambil langkah diplomasi. Mereka mendesak Bupati Sukabumi untuk merevisi Perbup Nomor 33 Tahun 2018 terkait pembagian Bonus Produksi (BP) panas bumi.
Baca Juga: Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka
"Kami mengusulkan agar porsi BP untuk 13 desa terdampak dinaikkan menjadi 70 persen, dari yang saat ini hanya 50 persen," tegas Kepala Desa Palasari Girang, Ujang Ma’mun.
Persoalan semakin rumit karena kebijakan APBD Kabupaten Sukabumi saat ini memprioritaskan pembangunan jalan hanya untuk kawasan yang masuk kategori "kumuh".
Wilayah seperti Kalapanunggal, yang tidak masuk kategori tersebut, kini praktis kehilangan sumber pendanaan untuk perbaikan jalan desa pasca-pemotongan Dana Desa.
“Kami harus memberikan penjelasan kepada masyarakat mengapa jalan tidak diperbaiki dan mengapa BLT dikurangi. Ini beban moral yang sangat berat di lapangan,” tambah Ece Suryadi.
Berita Terkait
-
Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Beredar Surat Palsu Mutasi Guru Mengatasnamakan BKPSDM Sukabumi
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan